Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Ingatkan Warganya Tidak Menggunakan Pakaian ‘Dekaden’

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 4 April 2011 08:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di negara dengan mayoritas penganut keyakinan Budha, ternyata juga memperhatikan batas-batas kewajaran dalam berbusana. Myanmar hari Minggu (3/4) menyatakan, mereka yang berpakaian “dekaden’ saat perayaan Tahun Baru yang akan datang bisa menghadapi satu bulan di penjara.

Mulai 13 April nanti Myanmar akan mengadakan festival empat hari menandai Tahun Baru tradisional dalam kalender lunisolar yang digunakan di Thailand, Laos, dan Kamboja. Saat merayakan tahun baru ini merupakan salah satu kesempatan bagi masyarakat dapat merasakan kebebasannya di bawah rezim represif.

Di negeri yang masih dililit kemiskinan itu, warga yang merayakannya akan saling siram dengan air di antara mereka dan menari di jalan-jalan, dengan diberikan ketentuan etika yang memadai dari pemerintah. Myanmar berada di bawah kekuasaan militer selama 50 tahun.

Setelah pemilu tahun lalu, junta militer secara resmi dibubarkan dan menyerahkan sejumlah kekuasaan kepada pemerintah sipil, tetapi aturan untuk berpesta selama perayaan Tahun Baru tetap tidak berubah.

Jurnal News Watch, satu majalah mingguan, memuat peringatan dari pemerintah kepada penyelenggara acara agar menghindari memakai pakaian yang bertentangan dengan budaya Myanmar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dikatakan bahwa komite khusus akan mengawasi apa yang akan dipakai seseorang dengan menggunakan kamera CCTV guna merekam kerumunan masyarakat nantinya.

Mereka yang memakai pakaian ‘dekaden” dan wajahnya tertangkap CCTV, dapat menghadapi denda atau  dipejara sampai satu bulan di penjara. Tidak disebutkan pakaian ‘dekaden” apa yang dilarang, tetapi pemerintah di masa lalu telah meminta perempuan untuk tidak mengenakan tank top dan celana pendek yang minim.

Peringatan terdahulu juga mengatakan, mereka yang bersuka ria agar tidak membunyikan klakson dan menghindari permainan kasar yang dapat melukai orang, seperti melempar tas penuh dengan es.

Barangkali cara pengawasan yang dilakukan Myanmar ini dapat menjadi rujukan bagi Wilayatul Hisbah (polisi Syariat Islam) yang bertugas menegakkan hukum-hukum Islam di tengah masyarakat Aceh, serta daerah lain yang menerapkan Perda syariat Islam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Utusan Qadhafi ke Athena
Tulisan selanjutnya Menggagas Pesantren “Bahari”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?