Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Obama: Masyarakat Amerika Masih Belum Nyaman Melihat Wanita Berkuasa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 September 2016 10:39 10:39 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 September 2016 10:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Masyarakat AS tidak nyaman dengan para wanita yang memiliki kekuasaan dan itulah kenapa Amerika Serikat belum pernah memilih seorang wanita sebagai presiden, kata Presiden Barack Obama hari Ahad (18/6/2016), lapor Reuters.

Obama yang sangat ingin rekannya sesama Partai Demokrat, Hillary Clinton, menggantikannya duduk di kursi kepresidenan, dalam sebuuah acara penggalangan dana di New York mengatakan bahwa hasil pemungutan suara antara Hillary Clinton dan Donald Trump seharusnya tidak akan beda tipis.

Namun, polarisasi politik di negara itu akan membuat persaingan keduanya sangat ketat, kata Obama.

Presiden pertama AS keturunan Afrika itu kemudian mengatakan kepada para pendonor biaya kampanye Clinton mengapa menurutnya seorang perempuan tidak akan pernah memegang jabatan kepala negara itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ada alasan mengapa kita belum pernah memiliki seorang presiden wanita,” kata Obama. “Kita sebagai masyarakat masih bergumul melihat para wanita memegang kekuasaan. Dan hal itu masih menyulitkan kita dalam banyak hal, sayangnya. Dan itu tercermin dalam berbagai hal.”

Obama dalam beberapa kesempatan pernah berbicara soal peran perempuan-perempuan kuat dalam hidupnya, termasuk ibu, nenek, istri serta putri-putrinya.

Hasil jajak pendapat menunjukkan perolehan suara antara Clinton, mantan menteri luar negeri, dan Trump, yang dikenal sebagai taipan properti, cukup ketat.

Hal itu, menurut Obama, bukan disebabkan cacat atau kekurangan yang terdapat pada Clinton, melainkan karena masyarakat AS terpolarisasi secara struktural.

Lebih lanjut dengan terang-terangan Obama terdengar merendahkan Trump.

Dalam pertemuan dengan para donatur kampanye Clinton di New York itu, Obama mengatakan bahwa Trump tidak mungkin menjadi pesaingnya dalam pilpres yang pernah dilakoninya tahun 2008 dan 2012.

“Ketika saya bersaing dengan John McCain, kami memiliki perbedaan yang sangat dalam, tetapi saya tidak bisa mengatakan bahwa dia tidak layak menjadi presiden Amerika Serikat,” kata Obama tentang pesaingnya di tahun 2008.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa memilih Mitt Romney akan mengundang bencana. [Akan tetapi] orang ini (Trump) tidak layak menjadi presiden,” lanjut Obama membandingkan pesaingnya tahun 2010 dengan capres dari Partai Republik saat ini, Donald Trump.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Dukung Upaya Uji Materi Pasal Zina dan Homoseksual
Tulisan selanjutnya Tokoh Eksorsis Katolik, yang Percaya Hitler, Stalin dan ISIS Kerasukan Setan, Wafat di Roma

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Berita
3 September 2026 10:23
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?