Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ingin Dikagumi Koleganya, Dokter Prancis Meracun Puluhan Pasien

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Mei 2019 20:32 8:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Mei 2019 20:32
Bagikan
Frederic Pechier (Gazete Duvar)
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang dokter di Pancis ditangkap dengan tuduhan meracuni 50 lebih pasiennya dengan tujuan “menyelamatkan nyawa” mereka di menit-menit terakhir sehingga koleganya merasa kagum terhadapnya.

Dokter ahli anastesi Frederic Pechier ditahan berkaitan dengan 42 “kejadian serius” termasuk 20 kematian pasien yang terjadi selama 17 tahun dirinya bekerja di sejumlah klinik dan rumah sakit di Besancon, Prancis bagian timur. Dia sudah dinyatakan bersalah dalam tujuh kasus lain, dua di antaranya berkaitan dengan kematian pasien, pada tahun 2017.

Jaksa mengatakan Pechier “merusak” kantong anastesi yang biasa dipakai kolega-koleganya dalam operasi rutin. Akibatnya, pasien mengalami serangan jantung dan membuka kesempatan bagi Pechier untuk turun tangan menyelamatkan pasien, sehingga dia mendapatkan respek dari koleganya dan kekaguman dari pasien. Sepertinya skenario jahat itu berhasil bagi Pechier, sebab dia kabarnya dikagumi rekan-rekan kerjanya sebagai ahli anastesi yang “cemerlang”.

Pechier ditempatkan dalam “pengawasan hukum” sejak dakwaan pertama dikenai atas dirinya pada Mei 2017. Dia dituduh meracuni 7 pasien antara tahun 2008 dan 2017 di dua klinik berbeda. Penyidik mengatakan dalam darah dua korbannya ditemukan potasiun dalam jumlah lima kali lebih tinggi dari kadar matikan.

Sejak itu cakupan penyelidikan diperluas dan ditemukan setidaknya 50 kasus serupa, kata jaksa kepada media Prancis seperti dilansir RT Kamis (16/5/2019). Sedikitnya empat pasien yang meninggal di sebuah klinik tempat Pechier bekerja didapati jejak potasium serupa, menurut hasil otopsi yang dilakukan atas jasad mereka bulan Desember tahun lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pechier ditahan hari Selasa terkait sejumlah tuduhan baru.

“Apabila kasus-kasus peracunan ini terbukti, dia akan menjadi salah satu pembunuh berantai terbesar dalam sejarah Prancis,” kata Me Berna, pengacara yang mewakili beberapa korban.

Dokter anastesi itu bersikukuh menyatakan dirinya tidak bersalah, mengatakan bahwa dirinya dipanggil untuk konsultasi dalam kasus-kasus sulit dikarenakan keahlian dan keterampilan yang dimilikinya, dan dia sekarang dipersalahkan karena hal itu. Tim pembelanya mengatakan bahwa bukti-bukti forensik yang memberatkan kliennya patut dipertanyakan, karena kadar potasium dapat meningkat secara alami pada jasad mayat yang telah dikubur.

Pechier sudah dilarang praktik sebagai dokter sejak divonis tahun 2017. Petisi yang meminta agar dia diperbolehkan bekerja sebagai konsultan ditolak oleh hakim. Akibatnya sekarang Pechier diambang kebangkrutan, kata para pengacaranya, yang berarti dia sudah dihukum lebih dulu atas kejahatan yang belum terbukti di pengadilan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dokter PrancisFrederic PechierMeracunPasien
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Eks Agen CIA Dibui 20 Tahun karena Bekerja untuk China
Tulisan selanjutnya Syeikh Sayyah al Turi Menolak Tawaran ‘Israel’ untuk Deportasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Berita
21 Juli 2026 10:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?