Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tim MER-C Sukses Masuk Baghdad

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 April 2003 06:49 6:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 April 2003 06:49
Bagikan
Bagikan

Setelah mendapat surat izin dari Kementerian Dalam Negeri Jordania, empat orang dokter dari Indonesia akhirnya lancar berangkat menuju Baghdad. Mereka itu tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). “Mudah-mudahan kami selamat sampai di Baghdad,” ujar Joserizal Jurnalis sepeprti di kutip Kompas dari Amman. Berbicara kepada wartawan di Amman, Kamis (3/4), Joserizal yang juga Ketua Tim Dokter mengaku berangkat bersama tiga orang dokter lainnya dari Indonesia, yakni Fauzi Nasution, Sarbini, dan Yogie. Hari Rabu sore lalu, mereka meninggalkan Amman. Namun, mereka yang membawa obat- obatan seharga kurang lebih Rp 300 juta itu, sempat ditahan oleh aparat keamanan Jordania di Kota Zarqa, sekitar 150 kilometer dari Amman. “Kami ditahan karena membawa obat-obatan. Kalau kami masuk tanpa membawa apa- apa, malah bisa masuk. Menurut informasi, semua bantuan yang akan dikirimkan atau dibawa ke Baghdad harus mendapat izin lebih dulu dari Menteri Kesehatan dan Menteri Pertahanan Jordania,” ujar Sarbini yang tiba di Amman Selasa lalu. Menurut rencana, para dokter itu akan tinggal di Baghdad untuk bergabung dengan tim kesehatan Irak di berbagai rumah sakit di sekitar Baghdad. “Sebenarnya, seperti dinyatakan pihak Kedutaan Besar Irak di Jakarta, Irak tidak membutuhkan bantuan dokter dan obat-obatan. Namun, sebagai orang Islam, Irak mau memberi kami visa,” kata Joserizal. Sarbini menambahkan, tim MER-C akan membantu semua korban akibat invasi Amerika Serikat ke Irak. “Akan tetapi, kami tidak bisa memberi bantuan kesehatan kepada mereka yang terkena serangan senjata kimia,” kata Sarbini. Jika tidak ada halangan, para dokter itu diharapkan tiba di Baghdad sekitar pukul 22.00 hari Rabu lalu, waktu Amman. “Kami membawa telepon satelit dan kalau sudah sampai kami akan mencoba menghubungi teman-teman di sini (Amman),” ujar Joserizal. Sebelumnya, empat anggota tim MER-C ini sempat dikabarkan tidak bisa sukses masuk ke Bagdad. (KCM/Cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saddam Jadi Idola Remaja Yogyakarta
Tulisan selanjutnya Sekolah Islam India Jadi Sasaran Kaum Fundamentalis Hindu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas

Berita
28 September 2026 15:48
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Terbaru

  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?