Hidayatullah.com– Pernyataan tersebut disampaikan Direktur LSPEU, Fachry Alidi Jakarta, Selasa (27/6). Menurut Fachry, dari 1.600 responden yang dihimpun, 467 (29,2 persen) orang memilih pasangan Yudhoyono-Kalla. Tempat kedua diisi Amien-Siswono dengan memperoleh 410 suara (25,6 persen), lalu diikuti Wiranto-Wahid 243 suara (15,2 persen), Megawati-Hasyim 152 suara (9,5 persen), dan Hamzah-Agum 30 suara (1,9 persen). Para responden adalah mereka yang telah berumur minimal 17 tahun atau mereka yang telah menikah, di mana dari 32 provinsi di Indonesia, masing-masing provinsi diwakili 50 orang responden. Menurut Fachry, kemenangan SBY dan Amien menunjukkan fenomena baru dalam perpolitikan Indonesia, yaitu adanya beyond political parties atau kondisi di mana partai politik sudah tidak jadi pertimbangan pemilih dalam memilih calon presiden yang ditandai dengan banyaknya pemilih lintas partai. Selain itu, kata Fachry, juga ditandai dengan fenomena anomali massa, yaitu kondisi di mana partai telah kehilangan kontrol terhadap massa pemilihnya. Hal itu disebabkan tidak bekerjanya mesin politik partai seperti pada pemilu legislatif silam. SBY, menurut Fachry, memiliki latar belakang budaya Jawa yang akan mendapat dukungan dari massa Jawa. Selain itu, latar belakang SBY sebagai jenderal intelektual juga mendongkrak popularitasnya. Sementara Amien, menurutnya, adalah karena sikap kejujuran dan intelektualitasnya. Apa yang bisa dianggap dari Amien itu adalah kejujurannya dan intelektualitasnya. Sedangkan faktor etnik kurang pada Amien, dibanding SBY, kata Fachry. (tnr)