Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Menag: “Meyakini Ada Nabi Setelah Muhammad Adalah Paham Salah”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2005 08:39
Bagikan
Bagikan

Senin, 5 September 2005

Hidayatullah.com–Menteri Agama (Menag) Maftuh Basuni menyatakan, meyakini adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW di dalam Islam adalah paham yang tidak benar, sehingga tidak bisa mengklaim beragama Islam. "Masalah Ahmadiyah (Jamaah Ahmadiyah Indonesia/JAI) hanya bisa dituntaskan jika semua pihak berupaya melakukan ‘penyadaran’ ajaran itu ‘salah’. Mereka pun tidak boleh mengaku Islam apabila masih mengakui Mirza Ghulam Achmad itu sebagai Nabi," katanya di Garut, Minggu (4/9) sore kemarin.

Hal itu dikemukakan Menag usai membuka Daurah Tingkat Nasional bertajuk ‘Pengembangan Keulamaan Pondok Pesantren’ saat diminta tanggapan mengenai JAI. Dia mengatakan, paham Ahmadiyah itu sama sekali tidak benar karena masih meyakini adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Namun, adanya larangan dari pemerintah ternyata tidak menyelesaikan permasalahan.

Hanya saja, Menag mengingatkan, upaya penyadaran secara anarkis dan melakukan kekerasan seperti merusak fasilitas ibadah adalah sebagai tindakan kriminal. Sementara itu, menyikapi terjadinya kasus perusakan sarana ibadah belum lama ini, Maftuh Basuni menyerukan agar masing-masing pihak bisa bertindak sesuai hati nuraninya sendiri.

Sebelumnya, ketika membuka Daurah Tingkat Nasional, Maftuh Basuni antara lain menyebutkan, peran dan fungsi tokoh keagamaan secara kualitatif masih kurang dibandingkan kebutuhan penyelesaian permasalahan yang semakin komplek.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

"Karena itu, kita mesti mengubah paradigma pemuka agama yang individual menjadi terbuka, yang elitis menjadi populis, serta yang eksklusif menjadi inklusif guna melakukan dorongan terwujudnya sikap keshalihan sosial dan ritual." Selain itu, kata dia, juga diperlukan forum-forum diskusi keagamaan guna meningkatkan wawasan keagamaan serta menambah wawasan aktual agar dimiliki kecakapan dan keterampilan sosial.

Di samping itu, pondok pesantren (Ponpes) juga dinilai memiliki fungsi pengembangan ilmu keagamaan, pengembangan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sehingga perlu terus dikembangkan.

Direktur PK Ponpes Departemen Agama, Amin Haidar mengatakan, Daurah Tingkat Nasional tersebut berlangsung hingga 23 September, diselenggarakan Direktorat PK Ponpes bekerjasama dengan Pesantren Luhur Al-Wasilah Garut, diikuti 40 peserta terdiri dari pimpinan Ponpes se Indonesia.

Sejumlah narasumber dijadwalkan akan menjadi penyaji materi seperti mantan Menag Quraisy Shihab, para kiai dari Ponpes Modern Gontor Jawa Timur, bahkan juga akan hadir mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Pimpinan Pesantren Luhur Al-Wasilah KH Tantowi Jauhari Musaddad, MA mengemukakan, kegiatan serupa pernah dilaksanakan pada tingkat Wilayah Priangan, disusul tingkat Jawa dan Madura dan kini tingkat nasional.

Kegiatan itu, antara lain adalah pemberian wawasan kepesantrenan, keagamaan dan kekinian. Pihaknya juga berobsesi memproduksi katalog pesantren yang memiliki guru besar dalam ilmu tertentu, sehingga bisa menjadi dosen terbang ke pesantren lainnya.

Pernyataan Menag ini menandai sudah ada dua pejabat tinggi pemerintah yang resmi menyatakan Ahmadiyah terlarang. Sebelumnya, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono telah mengatakan telah dilarang oleh Kejaksaan sejak lama. (ant/wpd/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Iran: “Jihad Satu-satunya Cara Menghadapi Zionis”
Tulisan selanjutnya Mayoritas Korban Kecelakaan Mandala Hangus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?