Hidayatullah.com—Melubernya pemberitaan tentang Islam yang datang dari Barat, sangat besar mempengaruhi kaum Muslimin. Tak ayal, umat Islam tanpa sadar hanya mengetahui kabar dari sumber-sumber yang tidak berimbang dan sarat kebohongan, terutama berita jihad internasional dunia Islam. Dari situlah maka lahir situs Arrahmah.
Pernyataan ini disampaikan Pemimpin Redaksi Arrahmah Muhammad Fachri. Menurut ia, Arrahmah hadir untuk mengimbangi serangan informasi itu semua.
Meski banyak pihak menilai konten situs ini sangat radikal dan provokatif, Fachri menilai, itu hanyalah penilaian orang-orang yang tidak senang dengan keberadaan Arrahmah yang telah memilih menjadi situs berita dunia Islam dan jihad internasional.
”Ada yang tidak suka kita mengungkap fakta sebenarnya. Kita tahu, informasi yang datang dari Barat sarat dengan kebohongan. Kita hadir untuk membendung derasnya informasi itu secara seimbang,” kata Fachry kepada hidayatullah.com, Selasa (2/9).
Meski demikian, Fachry mengaku, pemberitaan di medianya tetap memakai kaidah jurnalistik yang profesional.
Fachry mengakui, tak sedikit pihak yang telah melakukan tekanan terhadap medianya. Termasuk adanya tuduhan situs ini dibiayai dari sumber-sumber pendanaan Al-Qaidah. Belum terhitung tekanan-tekanan dari orang-orang tak jelas (anonymous) yang sering dialamatkan ke redaksi. Isi pesannya sarat kebenciaan dan caci maki terhadap Islam dan pemberitaan situs Arrahmah.com yang banyak membeberkan fakta berita jihad kaum Muslimin dunia.
Meski demikian, Fachry melihatnya dengan penuh kewajaran. ”Setiap kebenaran pasti banyak yang tidak suka dan selalu ada usaha untuk menghalang-halangi laju gerakannya,” pungkasnya. [ain/hidayatullah.com]