Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Partisipasi Politik Umat Islam Kurang, Figur Pemimpin Islami Sulit Terwujud

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2015 07:08 7:08 am
Ahmad
Dipublikasikan 19 Agustus 2015 07:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pentingnya partisipasi politik umat Islam dalam rangkaian kegiatan politik terutama yang berhubungan dengan proses pemilihan pemimpin melalui mekanisme Pemilihan Umum (Pemilu) atau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),

Itulah salah satu persoalan negeri yang disoroti dan menjadi pembahasan Drs. Tohir Bawazir dalam bukunya yang berjudul “Jalan Tengah Demokrasi Antara Fundamentalisme dan Sekulerisme” yang dilaunchingkan di Grand Alia Hotel, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Selasa (18/08/2015) malam.

Menurut Bawazir partisipasi politik umat Islam kurang maksimal sehingga cita-cita menghadirkan seorang figur pemimpin yang Islami serta upaya membumikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berangsa dan bernegara sulit terwujud. Maka, lanjutnya, tak heran jika dalam beberapa kali pemilu dan pilkada, tokoh ataupun kandidat yang mewakili kepentingan bagi umat Islam kalah. Padahal, secara demografi kependudukan, jumlah umat Islam di Indonesia mayoritas sehingga sepatutnya umat Islam dapat menentukan figur yang tepat untuk memimpin.

“Hal ini kami kemukakan, sebab, dalam beberapa tahun ini soal demokrasi selalu digugat dan dipertanyakan oleh sebagian aktifis Islam. Padahal, di awal kemerdekaan Republik Indonesia (RI) seluruh komponen umat Islam sepakat memperjuangkan aspirasi politik menggunakan mekanisme sistem politik yang berlaku, salah satunya yaitu mendirikan partai Masyumi,” papar Bawazir.

Jika mengacu kepada akar sejarah perjalanan bangsa, lanjut Bawazir, umat Islam sepatutnya tidak menghindar dari aktifitas politik dan pemilu. Sistem politik yang berlaku saat ini, menurutnya, sedikit banyak merupakan buah karya pemimpin-pemimpin Islam terdahulu yang patut untuk terus diperjuangkan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Tokoh-tokoh umat Islam pada masa itu bukan hanya aktif mendidrikan ormas dan partai politik Islam melainkan turut aktif merumuskan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Bawazir.

Dalam masyarakat yang heterogen, menurut Bawazir, demokrasi memang belum bisa memuaskan keinginan semua komponen masyarakat. Namun, setidaknya dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan perbedaan menjadi sebuah kompromi politik. Terlebih lagi, katanya, bangunan politik Islam di masa awal kenabian hingga masa khulafaur rasyidin dibangun dengan semangat demokrasi walaupun kemudian melenceng dan membangun sistem kerajaan.

“Sehingga, apabila di masa sekarang bentuk pemerintahan demokrasi semakin tumbuh, sedangkan bentuk pemerintahan monarki maupun para penguasa diktator semakin ditinggalkan oleh manusia, sejatinya itu sejalan dengan semangat Islam,” pungkas Bawazir.

Cendekiawan Muslim Indonesia, Dr. Adian Husaini menyebutkan buku berjudul “Jalan Tengah Demokrasi Antara Fundamentalisme dan Sekulerisme” karya Drs. Tohir Bawazir itu merupakan salah satu usaha untuk mendudukan demokrasi secara obyektif dan kemudian memberikan kiat-kiat untuk memanfaatkan demokrasi guna kepentingan perjuangan Islam di Indonesia.

“Faktanya, demokrasi telah diterapkan sebagai bagian dari NKRI, umat Islam laksana penumpang kapal bernama Indonesia yang dinakhodai oleh Presiden dan Wakil Presiden RI. Jika nakhoda kapal NKRI menabrakkan kapal ini tenggelam maka umat Islam pun akan terkena dampaknya secara langsung. Jika kapal NKRI ini tenggelam maka seluruh penumpangnya, baik muslim atau non-muslim akan ikut tenggelam,” demikian tandas Adian.

Dalam acara launching buku tersebut, Penerbit Pustaka al-Kaustar selaku penyelenggara, menghadirkan dua pembicara sekaligus di antaranya yaitu Dr. Adian Husaini dan KH. Cholil Ridwan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:demokrasidrs. tohir bawazirfundamentalismelaunchingpemilupilkadapolitik islamsekulerisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Madzhab Maliki, Madzhab Terluas Penyebarannya
Tulisan selanjutnya LPPOM MUI: Haram Hukumnya, Darah yang Sengaja Ditampung Dari Penyembelihan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?