Hidayatullah.com – Mengisahkan dua orang pemuda penggagas idealisme komunis, yakni Karl Max dan Friedrich Engels yang ditelurkan dalam buku berjudul ‘Manifesto Komunis’ pada 21 September 1848.
“Tujuan ideologinya jelas, merebut kekuasaan, menggulingkan seluruh kekuatan sosial yang ada,” tutur Taufik Ismail pada saat membacakan karya berjudul “Yang Amoral, Yang Atheis” di acara talkshow salah satu televisi swasta, Selasa malam (29/09/2015).
“Aktivis partai dilatih untuk berdusta, berdusta hingga ahli. Akhirnya, membunuh dan membantai,” lanjut Sastrawan kelahiran Bukittinggi ini.
Bagi orang komunis, kata Taufik Ismail, berdusta itu bukan dosa, mereka akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
Dalam sejarah disaksikan, kata Taufik Ismail, sejak 1917 hingga tahun 1991, kaum komunis sudah membunuh, menjagal dan membantai 120 juta manusia di 76 negara. Sehingga rata-rata 4500 orang dibunuh setiap harinya.
Lalu, lanjut Taifik Ismail, dimana letak moral bagi orang komunis, Vladimir Lenin mengatakan, kami menolak semua moralitas yang digali dari konsep bukan manusia dan bukan kelas. Kami tidak percaya kepada moralitas abadi.
“Artinya kaum komunis tidak percaya agama,” simpulnya.
“Tidak jadi soal tiga perempat penduduk dunia ini habis, asal yang seperempat itu adalah komunis. Untuk menjalankan Komunis kita tidak gentar berjalan di atas mayat,” ujar Taufik Ismail menirukan perkataan Lenin.
Bagaimana soal tuhan bagi orang Komunis, Taufik Ismail menjelaskan, eksistensi tuhan tidak masuk akal, konsep tuhan menjijikkan. Pendek kata, aku menaruh dendam kepada apa saja yang namanya tuhan. Sebagaimana dikatakan oleh Karl Max.
Menurut Taufik Ismail, agama bagi Komunis adalah racun narkoba bagi masyarakat, menghujat agama adalah syarat utama dari semua hujatan.
“Kata Lenin, matilah, mampuslah agama, dan hiduplah atheisme. Kita harus memperlakukan agama dengan bengis, kita harus memerangi agama.”
Di akhir puisinya, Taufik Ismail menjelaskan pembataian oleh salah satu pimpinan Komunis Rusia bernama Stalin, yang telah membantai 28 uskup, 50 ribu pendeta, 800 ribu orang Muslim. Dan Stalin menghabisi 9 ribu gereja, 25 ribu masjid, gereja musnah 90 persen, dan masjid musnah 99 persen.*/Yahya G. Nasrullah