Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengutip pesan Soekarno, menyatakan, rakyat Indonesia jangan pernah melupakan sejarah.
Rakyat Indonesia harus belajar dari pengalaman sejarah, khususnya dalam peristiwa G30S/PKI. Yang mana, pesannya, komunis telah beberapa kali melakukan pemberontakan terhadap keutuhan bangsa Indonesia, dan hal itu jelas bertentangan dan melawan nilai-nilai leluhur yang ada di dasar negara Indonesia.
Pesan itu disampaikannya pada Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober, yang diharapkan tidak hanya berujung pada seremoni semata.
Baca: Larang Siswa SD-SMP Menonton Film G30S/PKI, Mendikbud Dinilai Berlebihan
Muhammadiyah memandang pentingnya penguatan Pancasila sebagai dasar negara dan sumber nilai dan etik yang memandu dan mempersatukan bangsa Indonesia, dalam mencapai tujuan nasional Indonesia, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
Terlepas dari hal itu, Haedar juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak memotong arus nilai dalam beragama, nilai dasar Pancasila, dan juga budaya leluhur.
“Bagi generasi baru, meskipun hidup di era baru, namun tetap tidak melupakan fundamental agama, nilai dasar Pancasila, maupun budaya leluhur dalam berperilaku dan berinteraksi sebagai warga bangsa,” ujar Haedar dalam pernyataannya pada Sabtu dikutip laman resmi Muhammadiyah.or.id di Yogyakarta, Ahad (01/10/2017).
Selain itu, Haedar juga mengatakan, Pancasila harus dipraktikkan oleh para pejabat negara dan juga warga negara Indonesia.
“Pancasila jangan hanya sekedar disakti-saktikan, namun juga harus menjadi landasan nilai dalam mengimplementasikan kehidupan bernegara,” tegas Haedar.
Haedar mengatakan, nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, nilai kerakyatan yang khidmat dan musyawarah, serta nilai keadilan, memiliki makna yang cukup penting dalam kehidupan bernegara.*