Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketum Muhammadiyah: Jangan Pernah Lupakan Sejarah, Khususnya G30S/PKI

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2017 05:56 5:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Oktober 2017 05:56
Bagikan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) bersama jajarannya jumpa pers usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Pusat Dakwah PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (08/11/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengutip pesan Soekarno, menyatakan, rakyat Indonesia jangan pernah melupakan sejarah.

Rakyat Indonesia harus belajar dari pengalaman sejarah, khususnya dalam peristiwa G30S/PKI. Yang mana, pesannya, komunis telah beberapa kali melakukan pemberontakan terhadap keutuhan bangsa Indonesia, dan hal itu jelas bertentangan dan melawan nilai-nilai leluhur yang ada di dasar negara Indonesia.

Pesan itu disampaikannya pada Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober, yang diharapkan tidak hanya berujung pada seremoni semata.

Baca: Larang Siswa SD-SMP Menonton Film G30S/PKI, Mendikbud Dinilai Berlebihan

Muhammadiyah memandang pentingnya penguatan Pancasila sebagai dasar negara dan sumber nilai dan etik yang memandu dan mempersatukan bangsa Indonesia, dalam mencapai tujuan nasional Indonesia, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Terlepas dari hal itu, Haedar juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak memotong arus nilai dalam beragama, nilai dasar Pancasila, dan juga budaya leluhur.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Bagi generasi baru, meskipun hidup di era baru, namun tetap tidak melupakan fundamental agama, nilai dasar Pancasila, maupun budaya leluhur dalam berperilaku dan berinteraksi sebagai warga bangsa,” ujar Haedar dalam pernyataannya pada Sabtu dikutip laman resmi Muhammadiyah.or.id di Yogyakarta, Ahad (01/10/2017).

Baca: Wasekjen PKS: Jangan Lupakan Sejarah Kelam 1965

Selain itu, Haedar juga mengatakan, Pancasila harus dipraktikkan oleh para pejabat negara dan juga warga negara Indonesia.

“Pancasila jangan hanya sekedar disakti-saktikan, namun juga harus menjadi landasan nilai dalam mengimplementasikan kehidupan bernegara,” tegas Haedar.

Haedar mengatakan, nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, nilai kerakyatan yang khidmat dan musyawarah, serta nilai keadilan, memiliki makna yang cukup penting dalam kehidupan bernegara.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anti Komunisbahaya PKIG30SPKIGerakan 30 September 1965haedar Nashirkekejaman PKIKetua Umum PP MuhammadiyahkomunismeMuhammadiyahpancasilaPartai Komunis Indonesiapelarangan PKIpemberontakan PKIPeringatan Hari Kesaktian PancasilaPKI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kata Presiden Jokowi, Sejarah Kelam Kekejaman PKI Jangan Sampai Terulang
Tulisan selanjutnya Pemeran Soeharto di Film G30S/PKI: Wajar Terdapat Unsur Dramatik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?