Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pendidikan Agama Kurang, Picu Terjadinya Tawuran Pelajar

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 30 September 2012 05:45
Bagikan
Salah satu peristiwa tawuran yang dilakukan pelajar.
Bagikan

Hidayatullah.com–Kurangnya nilai agama di kalangan pelajar saat ini, menjadi pemicu utama terjadinya tawuran antarsiswa sekolah yang kembali marak terjadi.

“Karena mereka tidak memiliki pendidikan agama yang cukup, menjadikan mereka tidak tahu cara menghormati orang tua, menghargai teman dan guru. Inilah yang memicu terjadinya tawuran,” kata Ketua Lembaga Dakwa Sekolah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jalimudin, dalam acara forum diskusi kelompok yang diselenggarakan DPD HTI Kota Bogor, di Kota Bogor, Sabtu (29/09/2012).

DPD HTI Kota Bogor menggelar forum diskusi kelompok terkait tawuran dan stigma negatif Rohis sebagai produsen teroris. Peserta berasal dari sejumlah kalangan seperti perwakilan sekolah, perwakilan masyarakat, Satuan Tugas Pelajar, dan organisasi masyarakat peduli tawuran dan narkoba.

Dalam forum diskusi yang mengangkat tema “Membongkar stigma negatif Rohis produsen teroris dan mengurai benang kusut tawuran anak sekolah”, sejumlah pemikiran tentang solusi komprehensif penanganan tawuran secara Islami dipaparkan sejumlah peserta.

Jalimudin mengatakan, kurangnya pendidikan agama di sekolah karena sistem pendidikan di Indonesia menggunakan sistem sekulerisme kapitalis. Sistem ini telah mengurangi porsi pendidikan agama di sekolah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Pendidikan agama menjadi sangat penting dalam membentuk akhlak dan moral anak-anak. Tawuran menunjukkan rendahnya moral generasi mudah saat ini,” katanya.

Hal tersebut dibenarkan Ketua Satgas Pelajar Kota Bogor, TB Muhammad Ruchjani. Ia mengatakan, moral anak bangsa saat ini telah rusak, khususnya mereka yang terlibat tawuran.

Pelajar yang terlibat tawuran tidak segan-segan melawan guru, aparat, petugas maupun orang tuannya sendiri. Tidak adanya sikap menghargai, menghormati dan melindungi, menjadi bentuk rusaknya moral seorang anak.

“Kami melihat kebanyakan anak-anak yang terlibat tawuran ini merupakan anak dari kalangan menengah ke bawah. Kondisi sosial ekonomi menyebabkan mereka minim mendapat perhatian dari orang tua,” katanya.

Selain karena rendahnya moral akibat kemiskinan, lanjut Ruchjani, sistem pendidikan serta minimnya pengawasan dinas terkait juga menjadi penyebab utama terjadinya tawuran pelajar.

Menurutnya, Dinas Pendidikan harus bertindak tegas dalam mencegah tawuran, salah satunya memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah dengan mengurangi kuota rombongan belajar, serta mengeluarkan siswa yang terlibat tawuran.

“Yang paling penting, Dinas Pendidikan harus mendata sekolah-sekolah yang terlibat tawuran, lalu memberikan pembinaan. Data ini nantinya untuk catatan, bila sekolah tersebut terlibat tawuran dapat diberi sanksi agar kuota penerimaan siswa dibatasi. Selain itu, Dinas harus tegas mengeluarkan aturan larangan penerimaan siswa yang terlibat tawuran di sekolah manapun di Kota Bogor. Silakan dia pindah sekolah di luar Kota Bogor,” katanya.

Sementara itu, menurut salah satu perwakilan dari SMUN 4 Kota Bogor mengatakan, upaya pihak sekolah dan satgas Pelajar dalam menanggulangi tawuran telah optimal. Hanya saja, tidak adanya kejujuran di lingkungan sekolah, seperti antara komite dan sekolah. Hal ini menjadi penghalang dalam mencegah tawuran.

“Diperlukan kejujuran masing-masing pihak. Jika kita sudah jujur, kita optimalkan pengawasan, tawuran ini dapat diminimalisasi,” katanya, seperti dimuat Antara.

Selain itu, lanjut dia, perlu pembinaan secara berkelanjutan, khususnya pembinaan keagamaan untuk para pelajar. Salah satunya lewat kegiatan rohani keislaman yang kini mulai ditinggalkan.

Menurutnya, tawuran terjadi karena belum optimalnya pemanfaatan waktu pembelajaran siswa sehingga waktu luang dimanfaatkan untuk hal-hal negatif. Ditambah rendahnya pendidikan agama sehingga pelajar mudah terbawa arus pergaulan.

“Fasilitas pendidikan kita masih kurang, jam belajar juga tidak optimal. Banyaknya waktu luang ini yang dimanfaatkan siswa untuk berkumpul dan hura-hura. Jika jam pelajaran mereka dioptimalkan dengan pendidikan ekstra saya yakin kegiatan siswa akan lebih positif lagi,” ujarnya.

Forum diskusi kelompok yang digelar LDS DPD HTI Kota Bogor menghasilkan sejumlah pemikiran dan solusi-solusi konprehensif yang diharapkan dapat mengeliminasi terjadinya tawuran.

“HTI akan mencoba melakukan koordinasi dan mediasi dengan instansi terkait untuk bagaimana membantu mencegah terjadinya tawuran lewat kegiatan dakwah dan kerohanian di sekolah-sekolah. HTI juga akan melakukan pembinaan kepada sekolah dan juga siswa secara berkelanjutan,” kata Ketua panitia penyelenggaran forum diskusi kelompok LDS HTI Kota Bogor, Hadi.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menuju Batas Baduy…
Tulisan selanjutnya Dokumen: 2 Pilot Turki Dibunuh Rezim Assad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?