Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Di Penjara Penjajah Zionis ‘Israel’, Hamas dan Fatah Bersatu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2014 10:19 10:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2014 10:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | The Daily Beast | Sahabat al Aqsha–Beberapa waktu lalu, para pemimpin Hamas dan Fatah mengumumkan bahwa mereka akhirnya akan bekerja sama. Akan tetapi, sebenarnya jajaran dan anggota mereka telah bekerja sama dalam waktu yang lama dalam sebuah sistem, yakni di dalam penjara ‘Israel’. Oleh karena itu, perdamaian antara Fatah di Tepi Barat dan Hamas di Gaza bukan hal baru bagi mereka yang mendekam dan menderita bersama-sama di penjara penjajah zionis ‘Israel’.

Karena 40 persen dari seluruh laki-laki Palestina pernah dipenjara oleh penjajah zionis ‘Israel’, merasakan luka fisik dan emosional akibat penahanan tersebut. Oleh karena itu, solidaritas di antara tahanan Palestina tidak mudah hilang, bahkan setelah mereka bebas.

Sistem pemerintahan di dalam penjara yang bersatu antara Fatah dan Hamas ini dikisahkan oleh Salah Hamouri, seorang mantan tahanan Palestina. Hamouri berusia 20 tahun pada Maret 2005, ketika tentara penjajah zionis ‘Israel’ menangkapnya di titik pemeriksaan antara Ramallah dan Al-Quds Terjajah. Penjajah zionis menangkap Hamouri dan kedua anggota Kelompok Pembebasan Palestina lainnya dengan tuduhan atas pembunuhan Rabbi Ovadia Yosef, pemimpin partai Shas ortodoks ‘Israel’.

Punya Pemilihan Umum Sendiri

Sejak tahun 1967, lebih dari 800.000 rakyat Palestina telah ditahan oleh penjajah zionis ‘Israel’. Karena jumlah tahanan politik Palestina sangat banyak, maka struktur pemerintahan internal hadir di dalam penjara. Menurut Hamouri, di dalam penjara penjajah zionis ‘Israel’, ada demokrasi internal di kalangan tahanan.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

“Kami memiliki pemilihan umum sendiri,” kata Hamouri.

Hamouri menjelaskan, setiap partai politik memiliki organisasi dan perwakilan untuk membentuk sebuah pemerintahan yang bersatu di dalam sistem penjara. “Setiap partai akan mengirim seseorang yang berfungsi sebagai “Menteri Luar Negeri” ke komite dalam sistem internal di antara para tahanan. Komite ini kemudian akan menunjuk perwakilan yang akan maju dalam negosiasi dengan ‘Israel’,” tutur Hamouri.

Sulit Bergabung Kembali ke Masyarakat

Meski dalam penjara mereka memiliki sistem pemerintahan yang baik, tapi para tahanan tetap sulit untuk kembali bergabung di masyarakat setelah bebas dari penjara. Hamouri mengatakan, Otoritas Palestina memiliki program dukungan keuangan bagi mantan tahanan, subsidi untuk pendidikan, asuransi kesehatan, dan pinjaman usaha, namun semuanya bernilai kecil.

Selain tidak adanya sistem yang mendukung mantan tahanan dapat kembali bergabung dengan masyarakat, stres psikologis juga membuat mereka memilih berdiam diri di rumah setelah bebas. Beberapa penyebab stres psikologis ini adalah penyiksaan fisik dan emosional bertahun-tahun di penjara, larangan bertemu keluarga selama ditahan, serta larangan untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti politik setelah bebas. Mohammad Al-Batta, Direktur Program Rehabilitasi bagi Mantan Tahanan, mengatakan bahwa sebenarnya kementerian kesehatan menawarkan pelayanan psikologis, namun hanya sedikit yang menggunakan.

“Kami tidak punya sistem sosial yang memungkinkan para tahanan kembali menyatu dengan masyarakat. Bagi masyarakat, kami adalah pahlawan dan kami harus merasa bangga karenanya. Akan tetapi, tidak ada yang menanyakan kepada para tahanan apa yang terjadi selama bertahun-tahun di penjara. Beberapa dari tahanan tidak sanggup bertahan dengan kondisinya. Aku juga mengenal beberapa orang yang dipenjara selama 20-30 tahun. Ketika bebas, mereka pun hanya berdiam di rumah, karena tidak bisa pergi keluar,” jelas Hamouri. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QudsFatahgazaHAMASZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kecerdasan Kolektif
Tulisan selanjutnya Pemerintah Didesak Evaluasi Status Sekolah Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?