Hidayatullah.com — Warga Palestina menyerukan boikot terhadap perusahaan fashion terkemuka, Zara, setelah pemegang waralaba di ‘Israel’ menjamu anggota parlemen ekstremis Yahudi, Itamar Ben-Gvir, di rumahnya.
Joey Schwebel, seorang berkebangsaan ganda Kanada-Israel dan pemegang waralaba Zara di Israel, menjamu anggota parlemen anti-Palestina yang terkenal keji untuk acara kampanye menjelang pemilu ‘Israel’.
Saluran 12 Israel mengekspos pertemuan tersebut terjadi pada Kamis malam. Segera setelah laporan itu, warga Palestina di ‘Israel’ dan di wilayah pendudukan meluncurkan kampanye yang mengajak boikot Zara.
Belakangan, muncul video warga Palestina yang membakar pakaian dari Zara dan menyerukan “sesama warga Palestina untuk memboikot perusahaan rasis ini”.
Itamar Ben-Gvir adalah kepala faksi ultra-nasionalis Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi) yang mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif ‘Israel’ bulan depan.
Dia baru-baru ini menodongkan pistol ke warga Palestina di pemukiman Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang diduduki. Bahkan dia memuji Baruch Goldstein, seorang pemukim Israel yang membantai 29 warga Palestina di Masjid Ibrahimi di Hebron (Al-Khalil) pada tahun 1994. Kala itu mengatakan kepada tentara ‘Israel’ di area tersebut: “Jika mereka melempar batu. Tembak mereka.”
Ben-Gvir sebelumnya telah menyerukan agar politisi yang tidak setia dideportasi dari ‘Israel’, bersama dengan warga Palestina yang melemparkan batu dan bom molotov ke polisi, secara terbuka mengatakan dia akan “mempromosikan Undang-Undang Deportasi”.
Awal bulan ini Ben-Gvir mengatakan kepada situs berita Ynet bahwa salah satu tuntutannya untuk bergabung dengan koalisi mana pun setelah pemilu ‘Israel’ bulan depan adalah perubahan aturan tembak bagi polisi dan tentara, lansir Middle East Eye (24/10/2022).
Ini bukan pertama kalinya Zara menghadapi seruan boikot dari para aktivis Palestina. Perusahaan itu mendapat kecaman tahun lalu setelah seorang model Palestina mengungkapkan pesan anti-Palestina yang dikirim oleh kepala desainer mereka.
Middle East Eye telah menghubungi Zara untuk memberikan komentar tetapi belum menerima tanggapan.*