Hidayatullah.com—Bulan Nopember 2012 merupakan peringatan ke-90 tahun penemuan makam Firaun Tutankhamun oleh Howard Carter.
Para ahli mengerjakan proyek replika makam Tutankhamun dengan bantuan teknologi canggih, sebagai bagian dari proyek besar Dewan Tertinggi Kepurbakalaan untuk melestarikan makam kuno yang terletak di Lembah Para Raja di Mesir. Proyek dilaksanakan oleh Universitas Basel, lapor Euronews.
Factum Art membutuhkan waktu 2 bulan untuk memindai semua bagian makam Tutankhamun dengan ukuran sebenarnya menggunakan pemindai 3D beresolusi tinggi. Semua detil makam digitalisasi, bahkan tumpukan debu yang ada di sana.
Usai melakukan pemindaian, perekaman dan pemrosesan data, dimulailah tahap pembuatan replika dari pernak-pernik makam dan sarkopagus (peti mati) Tutankhamun yang dilakukan di bengkel Factum Art di Madrid, Spanyol.
Pemerintah Mesir rencananya akan memasang replika makam Tutankhamun itu di Lembah Para Raja dan akan menutup makam yang asli guna menjaga kelestariannya.
Kesepakatan kerjasam pembuatan makam kuno Mesir, meliputi makam Tutankhamun, Seti I dan Nefertari.*