OPERASI obesitas dapat meniadakan diabetes setidaknya selama 15 tahun pada beberapa pasien, menurut studi yang dilakukan di Swedia.
Dalam studi itu, setengah dari pasien tidak terkena diabetes dalam waktu yang lama, suatu ‘penundaan’ yang sangat signifikan. Sedang 35 dari 115 pasien bebas dari diabetes selama 15 tahun setelah operasi. Lainnya, 20 tahun setelah operasi, kemudian 25 pasien bebas dari komplikasi diabetes, termasuk pada mata dan ginjal.
Hasilnya sama untuk tiga jenis operasi penurunan berat badan: bypass lambung, mengecilkan perut, dan operasi yang melibatkan pengecilan dan pengikatan.
Studi terhadap penderita diabetes akibat obesitas di Swedia dengan melakukan pengamatan terhadap 340 orang yang melakukan operasi dan 260 orang yang diobati dengan obat dan perubahan gaya hidup. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan Kamis (12/6/2014) oleh New Straits Times, mengutip penerbitan Journal of American Medical Association (10/6/2014).
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa operasi penurunan berat badan lebih efektif daripada cara dengan pengobatan. Hasil penelitian baru menunjukkan hal yang sama, tetapi dengan data yang tidak meragukan bahwa banyak pasien dalam kondisi normal dalam jangka waktu lama.
Penulis penelitian utama, Dr Lars Sjostrom dari Sahlgrenska University Hospital di Gothenburg, Swedia, mengatakan, penelitiannya merupakan yang terpanjang untuk menindaklanjuti hasil yang perlu dikonfirmasi dalam studi yang ketat tersebut.
Pasien yang telah didiagnosis dengan diabetes selama kurang dari satu tahun ketika studi dimulai, memiliki hasil terbaik dalam jangka panjang.
Para ilmuwan masih belum pasti bagaimana operasi obesitas dapat “menyembuhkan” diabetes. Hanya saja cara ini lebih banyak menurunkan berat badan dibanding cara yang lain, sebagaimana pasien yang diteliti di Swedia, yang hal itu selanjutnya meningkatkan insulin dalam tubuh.
Operasi bypass lambung juga banyak dilakukan di Amerika Serikat. Operasi dapat mengubah hormon dan zat lainnya yang dihasilkan selama proses pencernaan, yang hal ini memungkinkan mengurangi risiko diabetes.*