Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Ilmuwan Temukan Petunjuk untuk Deteksi Dini Kanker Ovarium

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2014 17:22 5:22 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 Agustus 2014 17:22
Bagikan
Bagikan

PARA ilmuwan di A*STAR Institut Biologi Kedokteran (IMB) dan Bioinformatics Institute (BII) telah menemukan petunjuk baru untuk deteksi dini dan pengobatan terhadap kanker ovarium. Saat ini kanker ini adalah salah satu kanker yang paling sulit dilakukan diagnosa awal karena kurangnya gejala yang unik terhadap penyakit tersebut.

Ada tiga kanker dominan yang mempengaruhi perempuan, yakni kanker payudara, ovarium, dan rahim. Dari tiga jenis kanker tersebut, kanker ovarium baru bisa didiagnosis pada stadium lanjut karena tidak adanya gejala peringatan dini yang jelas. Keberhasilan pengobatan pun sulit setelah penyakit berada pada tahap akhir ini, sehingga tingkat kematiannya tinggi.

Kanker ovarium saat ini meningkat dalam prevalensi di Singapura, sebagaimana negara-negara maju lainnya. Kanker ini di kalangan wanita di Singapura berada di urutan kelima, dengan sekitar 280 kasus didiagnosis setiap tahun dan 90 kematian per tahun.

Mengidentifikasi Awal

Ilmuwan IMB telah berhasil mengidentifikasi tanda-tanda pada sel induk ovarium, yang dapat memungkinkan sebagai deteksi dini kanker ovarium. Dengan demikian memungkinkan penyakit tersebut dilakukan pengobatan pada tahap awal.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Tim ini telah mengidentifikasi molekul yang dikenal sebagai Lgr5, pada bagian sel-sel di epitel permukaan ovarium. Lgr5 sebelumnya digunakan untuk mengidentifikasi sel induk dalam jaringan lain, termasuk usus dan perut. Tapi ini adalah pertama kalinya para ilmuwan berhasil melokalisir tanda penting dalam ovarium. Dengan demikian, mereka telah menemukan populasi baru sel induk epitel di ovarium yang memproduksi Lgr5 dan mengontrol perkembangan ovarium.

Menggunakan Lgr5 sebagai tanda sel induk ovarium, kanker ovarium dapat berpotensi dideteksi lebih awal, memungkinkan dilakukan pengobatan yang lebih efektif pada tahap awal penyakit. Temuan ini dipublikasikan dalam Nature Cell Biology dan dilansir Science Daily, Jumat (8/8/2014).

Upaya Pengobatan

Dari berbagai jenis kanker ovarium yang terdeteksi, karsinoma ovarium serosa tingkat tinggi (HG-SOC) adalah yang paling umum dari kanker ovarium epitel. Kanker ini menjadi salah satu kanker ovarium paling mematikan, dengan hanya 30 persen dari pasien bisa bertahan lebih dari lima tahun setelah didiagnosis. Gejala HG-SOC masih kurang dipahami, dengan kurangnya tanda yang bisa diidentifikasi untuk pengamatan klinis.

Dengan menerapkan analisis bioinformatika pada data genomik kanker, ilmuwan BII mampu mengidentifikasi gen yang berstatus mutasi untuk dilakukan pengujian dan pengobatan terhadap HG-SOC.

Saat ini pasien mendapat pengobatan kemoterapi dan radioterapi, meskipun sifat sel tumor dan sampel tumor berbeda. Dengan temuan ini, pengobatan untuk kanker ovarium dapat dikembangkan dan dioptimalkan, dengan pengobatan yang sesuai targetnya bagi pasien.

Prof Sir David Lane, Kepala Ilmuwan A*STAR, mengatakan, “Temuan ini menunjukkan bagaimana berbagai lembaga penelitian di A*STAR menunjukkan keahlian mereka dalam mengembangkan pendekatan baru terhadap aspek-aspek penyakit yang belum berhasil dipelajari sebelumnya, seperti kanker ovarium. Kemampuan beragam dan pengetahuan para ilmuwan kita memungkinkan untuk melakukan pengamatan penyakit secara holistik, dari diagnosis hingga pengobatan.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aparat Malaysia Memburu Pelaku Aktivitas Telanjang di Pantai Penang
Tulisan selanjutnya Di Asia Tenggara, Isu ISIS Cuma Ramai di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan

Berita
30 September 2026 12:55
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

Terbaru

  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?