Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Beginilah Adab terhadap Al-Quran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 September 2023 15:21 3:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 September 2023 14:43
Bagikan
Bagikan

Di antara bentuk penghormatan terhadap Al-Quran adalah menghindari tertawa, bersorak, berbincang-bincang ketika Al-Quran dibaca, begitulah adab pada Al-Quran

Hidayatullah.com | DI ANTARA antara kewajiban terhadap Al-Quran adalah membacanya dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Bagian penting ketika dibaca Al-Quran adalah mendengarkannya.

Adab ketika mendengar bacaan Al-Quran adalah mendengarkannya dengan khusyu’. Bagaimana seharusnya ketika kita mendengar Al-Quran?

Al-Quran adalah Kalam Allah yang maknanya sangat dalam hingga tidak ada satu makhluk pun yang mampu mengungkap maknanya secara detail dan menyeluruh. Meskipun begitu, Allah menyeru manusia agar merenungkan ayat-ayat yang terkandung di dalamnya.

كِتٰبٌ اَنۡزَلۡنٰهُ اِلَيۡكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوۡۤا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الۡاَلۡبَابِ

Baca Juga

Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS: Shad [38]: 29).

Di antara adab ketika Al-Quran dibaca adalah mendengarkannya dengan seksama dan diam. Hindarkan dari tindakan mengobrol sendiri, sibuk dengan main hanphone, tidak berisik atau berbuat sesuatu yang menyebabkan terganggunya kekhusyukan. Hal ini sebagai praktik dari firman Allah SWT.

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS: Al-A’raf [7]: 204).

Imam An-Nawawi berkata dalam kitabnya At-Tibyan Fii Adabi Hamalatil Quran, di antara bentuk penghormatan terhadap Al-Quran adalah menghindari tertawa, bersorak-sorai, dan berbincang-bincang ketika Al-Quran dibaca, kecuali perkataan yang sangat mendesak.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa Allah memerintahkan untuk diam ketika Al-Quran dibaca sebagai penghormatan dan pemuliaan terhadap Al-Quran, tidak seperti orang kafir yang mengatakan.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَا تَسْمَعُوا۟ لِهَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ وَٱلْغَوْا۟ فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

“Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka.” (QS: Fushilat [41]: 26).

Perintah untuk diam dalam ayat tersebut bukan diam pasif, tanpa memberikan respon apapun terhadap bacaan yang didengar, karena Nabi ﷺ pernah menegur para sahabat yang hanya diam tanpa respon ketika dibacakan Al-Quran di hadapan mereka.

Dari Jabir ia berkata ketika Rasulullah ﷺ membacakan surah Ar-Rahman kepada para sahabat hingga selesai, beliau bersabda yang artinya;

“Mengapa saya melihat kalian diam saja? Sungguh kalangan Jin merespon lebih baik dari kalian, tidaklah aku membacakan kepada mereka berkali-kali ayat –artinya maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan– kecuali mereka mengatakan: wahai Rabb kami tidak ada sesuatu pun dari nikmat-Mu yang kami dustakan maka bagi-Mu lah segala pujian.” (HR: Tirmidzi dan Al-Hakim).

Rasulullah ﷺ memberikan pujian pada kalangan Jin karena mereka memiliki respon yang baik ketika Nabi ﷺ membacakan Al-Quran, tidak hanya diam dan pasif tanpa respon apa pun.

Bahkan Allah memuji bangsa Jin yang mendengarkan bacaan Al-Quran dengan baik dan mengatakan kepada sesamanya agar diam. Setelah selesai mendengar bacaan Al-Quran mereka segera kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan.

وَإِذْ صَرَفْنَآ إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقُرْءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓا۟ أَنصِتُوا۟ ۖ فَلَمَّا قُضِىَ وَلَّوْا۟ إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (QS: Al-Ahqaf [46]: 29).

Imam Al-Qurthubi berkata, ayat ini sebagai celaan terhadap orang musyrik Quraisy yang berpaling dan tetap pada kekafiran setelah mendengar Al-Quran, sedangkan kalangan Jin mereka mendengar lalu beriman dan meyakini bahwa hal ini datangnya dari Allah.

Di antara adab mendengar bacaan Al-Quran selain dengan diam secara seksama dan memperhatikan bacaan Al-Quran adalah memahami makna ayat yang didengarkan, merasakan pengaruh dari ayat yang berisi tentang peringatan dan teguran, bergembira ketika mendengar ayat tentang kasih sayang Allah, dan lain sebagainya.

Orang yang mendengar bacaan Al-Quran hendaknya memperhatikan adab-adab di atas, bukan sibuk berbincang yang menjauhkan dari memperhatikan bacaannya, atau mengabaikan dari mendengarkan dan tidak merenungi makna yang terkandung di dalamnya.

Al-Quran adalah cahaya dan petunjuk, serta menjadi rahmat bagi seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi, karena sejatinya semua itu bertasbih (mensucikan) dan memuji Allah SWT.

تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبْعُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS: Al-Isra [17]: 44).

Ketahuilah bahwa mendengarkan dan memperhatikan bacaan Al-Quran akan dibalas dengan berlipat pahala kebaikan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَرَأ حَرْفاً مِنْ كِتاب الله فَلَهُ حَسَنَة، والحَسَنَة بِعَشْرِ أمْثَالِها، لا أقول: ألم حَرفٌ، ولكِنْ: ألِفٌ حَرْفٌ، ولاَمٌ حَرْفٌ، ومِيمٌ حَرْفٌ»

“Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur`ān) maka baginya satu pahala kebaikan, dan satu pahala kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, aku tidak mengatakan bahwa alif lām mīm itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lām satu huruf, dan mīm satu huruf.” (HR: Tirmidzi).

Semoga Allah membimbing kita kaum Muslimin agar mampu menjaga adab ketika mendengar bacaan Al-Quran serta mentadabburinya sehingga berpengaruh dalam kehidupan. Amin.*/ Imam Nur Suharno, pembina Majelis Taklim Ibu-Ibu di Kuningan, Jawa Barat

Yuk bantu dakwah media melalui BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabAdab pada Al-Quranal-QuranHeadline
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakil MUI Ingatkan Pemerintah Nasib UMKM akibat TikTok: “Sudah Banyak yang Pulang Kampung”
Tulisan selanjutnya (Video): Seorang Guru di India Menghajar Siswa Muslim di Depan Pelajar Lain

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi

Berita
26 September 2026 16:18
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
Hujan Deras Merendam Bangkok
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

Terbaru

  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

17 Agustus 2026 07:05
Kajian

Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an

8 Agustus 2026 07:00
Lentera Hidup

Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

23 Juli 2026 10:42
Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?