Hidayatullah.com –Saluran-saluran televisi di Amerika Serikat terobsesi dengan acara seputar ketergantungan obat dan hal-hal yang terkait dengannya. Bahkan iklan di negara itu banyak yang menampakkan bagaimana aneka pil bisa mengatasi segala macam masalah yang dihadapi.
Beberapa studi menunjukkan 10 hingga 15 persen mahasiswa di perguruan-perguruan tinggi Amerika mengkonsumsi pil bernama Adderall yang dipercaya bisa membantu mereka dalam belajar. Banyak di antara mereka yang menenggaknya tanpa petunjuk resep dari dokter.
“Rasanya seperti minum enam gelas kopi pahit, telan saja dan akan sepenuhnya terjaga,” kata Radwon Gabr, mahasiswa yang meminum pil itu untuk membantunya belajar untuk ujian dan menyelesaikan tugas menulis yang panjang, kepada Televisi Rusia (6/11).
Gabr dan temannya Jack Labadie mengkonsumsi pil tersebut tanpa resep. Katanya pil mudah didapat, karena banyak teman-teman mereka yang mendapatkan resep dan mengkonsumsinya.
“Seringkali saya mendapatkannya dari teman. Biasanya saya tak perlu bayar. Jika harus bayar, paling-paling hanya dua atau tiga dolar, jadi itu tidak masalah,” cerita Labadie.
Sebagian mahasiswa bahkan tidak yakin bahwa mereka bisa produktif tanpa bantuan obat-obatan.
Mereka tahu bahwa meminum obat berdasarkan resep yang tidak diperuntukkan baginya adalah ilegal. Namun, karena mereka melihat pil itu bermanfaat, maka hal itu dianggap bukan masalah.
“Pil itu memotivasi saya. Membuat saya konsentrasi pada tugas, membantu saya menetapkan prioritas dan menyelesaikannya satu persatu,” ujar Gabr.
Kebanyakan mahasiswa meminum pil itu untuk alasan akademik, tapi yang menggunakannya untuk senang-senang layaknya narkoba jumlahnya juga meningkat. Katanya, pil itu menambah energi mereka untuk pergi senang-senang dan berpesta setelah sepekan belajar.
Banyak praktisi kedokteran yang menentang kebiasaan menenggak Adderall. Mereka mengatakan seharusnya para orangtua khawatir jika anak-anaknya mengalami ketergantungan pada berbagai macam pil obat-obatan.
“Ketika mereka sudah merasa tidak bisa bertahan tanpanya, terutama jika mereka tidak diberikan resep obat itu dan tidak memerlukannya untuk tujuan medis, dan merasa tidak bisa mengatur hidup dan tidak bisa hidup tanpanya, maka itu merupakan tanda-tanda bahaya,” papar Dr. Wilson Compton dari Divisi Pelayanan Epidemiologi dan Penelitian Pencegahan di Institut Nasional Penyalahgunaan Obat.[di/rt/ hidayatullah.com]