SYEIKH IBRAHIM AL HILALI merupakan ulama shalih di kota Halab Syam yang wafat tahun 1238 H. Di waktu menuntut ilmu di Al Azhar beliau kehabisan bekal hingga lebih sehari tidak makan. Akhirnya karena rasa lapar yang amat sangat, beliau meninggalkan ruwaq Al Azhar untuk mencari makanan, sampai akhirnya beliau mencium bau masakan yang sedap dari sebuah rumah. Namun beliau mendapati rumah itu tanpa ada penghuninya, sedangkan makanan sudah tersedia di depannya. Karena amat lapar, baliau memungut sendok guna menyantap makanan itu. Namun sebelum makanan masuk ke mulut, beliau kembali ingat bahwa pemiliknya belum mengizinkan. Akhirnya Syeikh Ibrahim Al Hilali keluar rumah dan kembali lagi ke ruwaq Al Azhar dalam keadaan lapar.
Tidak lama kemudian di ruwaq Al Azhar, salah satu guru beliau masuk bersama seseorang yang sedang mencari penuntut ilmu yang shalih untuk dinikahkan dengan putrinya. Dan sang guru pun memilih Ibrahim Al Hilali,”Berdirilah, kita pergi ke rumahnya untuk melaksanakan akad nikah!”
Ibrahim Al Hilali mentaati apa yang disampaikan oleh sang guru, hingga beliau ikut bersama lelaki itu. Ternyata, sebelum akad dilakukan, keluarga calon istrinya mempersiapkan makanan yang lezat dan Ibrahim Al Hilali pun menyantapnya, hingga hilanglah rasa lapar yang menderanya. Dalam hati Ibrahim Al Hilali berkata,”Aku meninggalkan makanan yang tidak dizinkan Allah, maka Allah memberikanku makanandengan izin-Nya dalam keadaan dimuliakan sekaligus memperoleh istri.” (lihat, Shafhat min Shabri Al Ulama, hal. 164)