ABU SAID Al KHARRAZ merupakan seorang ulama zuhud memiliki seorang pembantu dari kalangan orang miskin. Suatu saat Abu Sa’id menyampaikan kepada pembantunya masalah keikhlasan dalam perbuatan. Namun setelah itu Abu Sa’id mendapati si pembantu berhenti bekerja tidak tidak lagi membantu Abu Sa’id.
Akhirnya Abu Sa’id menemui pembantunya dan bertanya mengapa ia berhenti bekerja. Si pembantu menyampaikan bahwa ia tidak sanggup melaksanakan mayoritas pekerjaannya dengan didasari keikhlasan, hingga akhirnya ia memilih untuk berhenti bekerja.
Abu Sa’id pun menyampaikan,”Jangan engkau lakukan yang demikian, sesungguhnya keikhlasan tidak memutuskan muamalah, maka giatlah bekerja dan bersungguh-sungguhlah berusaha memperoleh keikhlasan. Aku tidak mengatakan kepadamu agar meninggalkan pekerjaan, namun aku mengatakan agar engkau bekerja dengan ikhlas”. (Ihya’ Ulumuddin, 14/2725)