Kehidupan para sufi di wilayah kekuasaan Nuruddin Zanki memperoleh jaminan dan di negeri itu mereka dimuliakan Keadaan demikian menjadikan para pendengki mendekati Nuruddin sang mujahid Perang Salib dan membujuknya untuk menggunakan waqaf untuk mereka untuk digunakan untuk keperluan lainnya.
“Sesungguhnya di negerimu banyak infaq dan waqaf untuk para qura dan fuqaha serta para sufi. Seandainya engkau memanfaatkannya maka hal itu lebih baik”, demikian saran mereka.
Mendengar pernyataan itu, Nuruddin pun menjawab,”Demi Allah, sesungguhnya aku hanya benar-benar mengharap kemenangan dengan doa-doa mereka. Sesunggunya kalian memperoleh rizki dan kemenangan dengan doa orang-orang lemah dari kalian. Bagaimana aku menghentikan infaq untuk sebuah kaum yang berperang membelaku sedangkan aku dalam keadaan tidur di atas ranjangku dengan busur panah yang tidak pernah meleset? Mereka memiliki bagian dari baitul mal, bagaimana aku memberikan untuk selain mereka?”* (Wafayat Al A’yan, 5/188)