Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Ilmuwan: Kurangi Marah Agar Lebih Sehat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Oktober 2009 12:21
Bagikan
Bagikan

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

 

Ilmuwan meneliti dampak buruk marah dan sikap
memusuhi bagi kesehatan. Keduanya terbukti membahayakan jantung dan paru-paru 

Baca Juga

Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli
Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

Oleh: Syaefudin* 

Sungguh,
tak ada satu pun perkara di dunia ini yang luput dari pengetahuan Allah. Setiap
perintah-Nya selalu meninggalkan hikmah. Tak terkecuali perintah untuk saling
memaafkan kesalahan dan menahan amarah. 

Ilmuwan modern semakin menemukan pentingnya sikap
menahan marah. Berlimpah bukti ilmiah telah mengukuhkan bahwa marah merusak
jantung dan fungsi paru-paru. 

Anjuran Tidak Marah 

Kehidupan manusia takkan lepas dari salah dan alpa,
termasuk ketika bergaul dengan sesamanya. Ketika orang berbuat salah, sebaiknya
ia segera meminta maaf. Sebaliknya, bila ia didzalimi, hendaknya kemarahan
tidak dibiarkan terus membara. Langkah terbaik adalah segera memberi maaf.
Sikap ini sangatlah dianjurkan Allah dalam firman-Nya: 

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya),
baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan
memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”
. (QS. Ali
Imron 3:134) 

Bahkan, lantaran pentingnya menahan marah,
Rasulullah sampai berpesan melalui sabdanya: 

Dari Abu Hurairah r.a bahwa seorang lelaki telah
berkata kepada nabi SAW yang maksudnya: ”Berwasiatlah kepada ku.”
Sabda Rasulullah SAW: “Jangan kamu marah.” Maka lelaki itu
mengulangi kata-katanya berulang kali. Sabda Rasulullah SAW: ”Jangan kamu
marah”.
(HR. Bukhari) 
 

Merusak Jantung 

Baru-baru ini, Journal of the American College
of Cardiology
mengeluarkan karya ilmiah bertajuk hubungan antara marah
dengan penyakit jantung.  

Yoichi Chida, MD, Ph.D dari Departemen Epidemiologi
dan Kesehatan Masyarakat, University College, London mengemukakan bahwa marah
dan sikap permusuhan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner
sebesar 19% pada orang sehat. Pada mereka yang sudah punya riwayat penyakit
jantung sebelumnya, peningkatan ini mencapai 24%. 

Risiko terkena serangan jantung semakin besar bagi
seorang laki-laki. Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian Steven Boyle, Ph.D
dari Duke University Medical Center terhadap 313 laki-laki. Penelitian tersebut
menunjukkan adanya peningkatan jumlah protein yang dinamakan C3 dan C4. Kedua
protein yang ada dalam sistem kekebalan tubuh ini merupakan penanda terjadinya
peradangan dan luka. 

Perubahan jumlah protein dalam sistem C3 dan C4
berkaitan dengan sejumlah penyakit, seperti gangguan arteri hati. Pada pria
yang memiliki rasa permusuhan, gejala perasaan tertekan, dan keadaan marah
dengan tingkat tertinggi mengalami peningkatan kadar C3 sampai 7.1%. 

Dapatkah terapi psikologis mengurangi kadar C3?
“Saat ini, kami belum mengetahui apakah campur tangan dalam mengurangi sikap
permusuhan dan marah dapat menurunkan kadar C3 atau penanda peradangan
lainnya”, kata Boyle. Akan tetapi, ia menambahkan, “Bahkan seandainya
peradangan tidak dapat berkurang dengan campur tangan seperti itu, sikap
permusuhan dan marah dengan tingkat rendah berkemungkinan berdampak pada
hubungan (antar-manusia) yang lebih baik dan kesehatan yang meningkat”. 
 

Membahayakan Paru-Paru 

Selain dengan penyakit jantung, marah dan sikap
permusuhan juga berkaitan dengan kematian, asma, dan paru-paru. Tingkat sikap
permusuhan yang tinggi semakin mempercepat terjadinya penurunan alami fungsi
paru-paru. Kesimpulan tersebut merupakan hasil analisis terhadap penelitian US
Normative Aging Study kepada 670 laki-laki.  

Setiap kenaikan satu poin skor permusuhan (satuan
tingkat permusuhan), setara dengan hilangnya FEV1 sebanyak 9 ml pertahun. FEV1
merupakan ukuran kekuatan paru-paru,yang dihitung dari volume udara yang dapat
dihembuskan paru-paru per detik. 

Dalam pengantar hasil penelitian tersebut, Dr. Paul
Lehrer dari University of Medicine and Dentistry di New Jersey, Amerika Serikat
menuliskan, “Sungguh sangat sulit menemukan suatu penyakit yang sama-sekali
tidak dipengaruhi oleh emosi atau stres dalam hal keparahan gejala, keseringan
atau kekuatan kambuhnya”. Pernyataan tersebut semakin mempertegas hubungan
marah dan sikap permusuhan dengan penurunan fungsi paru-paru. 
 

Demi Kebaikan Manusia 

Demikian sekilas rahasia di balik perintah menahan
marah. Dahulu, siapa mengira marah dapat menimbulkan sakit jantung dan
melemahkan kerja paru-paru? Bahkan sebagaimana dikutip di atas, ilmuwan modern
pun membuat anjuran mengurangi marah dan sikap memusuhi, selaras anjuran Al
Quran dan Hadits. Hal ini membuktikan kebesaran Allah atas segala hikmah
dibalik perintah-Nya.  

Dengan terkuaknya rahasia ini, manusia diharapkan
semakin memahami bahwa Allah memerintahkan sesuatu demi kebaikan manusia itu
sendiri, sebagaimana dinyatakan Allah: “Dan dikatakan kepada orang-orang
yang bertaqwa: apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu? Mereka menjawab:
(Allah telah menurunkan) kebaikan…
(QS. An Nahl, 16:30)”. Karena itu,
sepatutnya-lah manusia semakin ta’at dan mendekat kepada-Nya. 
 

*Syaefudin. Penulis adalah Asisten Dosen
Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor.  
 

Referensi: 
 

1. American
College of Cardiology (2009, March 16). Anger And Hostility Harmful To
The Heart, Especially Among Men. ScienceDaily. Retrieved May 14, 2009,
from http://www.sciencedaily.com/releases/2009/03/090309191505.htm 

2. BMJ Specialty Journals (2005, November 15).
Hostility In Women Does Not Affect Their Long Term Heart Health. ScienceDaily.
Retrieved May 14, 2009, from http://www.sciencedaily.com/releases/2005/11/051115171537.htm 

3. BMJ Specialty Journals (2006, August 31).
Anger And Hostility Speed Up Decline In Lung Power. ScienceDaily.
Retrieved May 14, 2009, from http://www.sciencedaily.com/releases/2006/08/060830215751.htm 

4. Center For The Advancement Of Health (2007,
August 4). Hostile Men Could Have Greater Risk For Heart Disease. ScienceDaily.
Retrieved May 14, 2009, from http://www.sciencedaily.com/releases/2007/08/070803150523.htm

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makna Gempa Sumatra
Tulisan selanjutnya 87% Anak Saudi Terabaikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (4) : Lebaran, Menjilat Sultan, dan Urusan Kavling Surga

24 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?