SUFYAN BIN IYAINAH menyatakan,”Dari tanda-tanda riya’ yang ada pada penuntut ilmu bahwa terbesit di dalam dirinya bahwa ia lebih mulia daripada orang awam dikarenakan ilmu. Barang siapa melakukan hal itu, maka hatinya telah mati. Karena sesungguhnya ilmu tidak menghidupkan hati pemiliknya kacuali kalau ia ikhlas dalam menuntut ilmunya, sedangkan jika ia takabur dengan ilmu itu, maka sejatinya ia melakukan itu karena mencari dunia sedangkan ia menampakkannya sebagai amalan karena Allah Ta’ala.” (Lawaqih Al Anwar Al Qudsiyah, hal. 640)