Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Antara Aurangzeb dan Erdogan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juli 2016 13:03 1:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juli 2016 14:00
Bagikan
ilustrasi: Aurangzeb adalah raja terkuat dalam sejarah Kerajaan Mughal
Bagikan

Oleh: Nugra Fatah

 

Aurangzeb merupakan sultan yang dibenci musuh-musuh Islam. Kemiripan jua terjadi pada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Hanya saja mereka hidup di zaman yang berbeda.

Aurangzeb adalah sultan terakhir imperium Moghul di India di abad ke 16 (satu zaman dengan Demak di Nusantara) yang paling kuat menjadikan Islam sebagai sebagai pedoman bernegara dan bermasyarakat.

Ia mirip Umar bin Khathab ra dalam wara’ (kehati-hatiannya) dan zuhudnya, sekaligus menyerupai Khalid bin Walid ra yang langsung terjun memimpin banyak peperangan.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Dalam salah satu kampanye jihad Aurangzeb dalam menghadapi kerajaan penyembah berhala di sekitarnya, suatu malam ia shalat tahajud/qiamul-lail berdoa mengharapkan bertolongan Allah menjelang perang esok hari.

Tak lama berselang setelah shalat datang laporan dari salah satu komandannya bahwa satu divisi pasukannya melepaskan diri, berkhianat dan bergabung dengan pasukan musuh.

“Segala puji bagi Allah yang menunjukkan dan mengeluarkan pengkhianat sebelum perang dimulai, jika mereka berkhianat saat perang maka habislah kita karena kekacauan!”

Dengan pertolongan Allah kemenangan diraih Aurangzeb keesokan harinya.

Apa yang diucapkan Aurangzeb diulangi Erdogan pasca dilumpuhkannya pasukan kudeta.

“Segala puji bagi Allah yang menunjukkan adanya pengkhianat,” ucap Erdogan setelah mendarat di Istambul.

Musuh dalam selimut lebih berbahaya daripada musuh yang tampak nyata, ujar Sun Tzu. Sebab musuh nyata, kita sudah dapat mempersiapkan counter-nya, namun musuh yang menelikung dari belakang amat sulit terdeteksi dan sangat berbahaya.

Itulah yang terjadi saat Khalifah Umar bin Khathab, Ali bin Abi Thalib ditikam dari belakang saat sedang shalat.

Syiah yang bersembunyi di belakang Khalifah Abbasiyah al-Makmun berhasil menyapu ribuan ulama dalam tiang salib di abad ke 9.

Bagaimana Ubaidillah Syiah yang mengaku-ngaku ahlul bait di Afrika berhasil mendirikan Dinasti Fatimiyah dan menghabisi ribuan umat Islam di abad 10.

Baghdad pun hancur diratakan Mongol karena pengkhianatan wazir Syiah di abad ke 13. Hingga Sultan Bayazid Utsmaniyah si kilat kalah saat menghadapi Timurlenk karena adanya pasukan yang pindah ke barisan musuh saat perang berlangsung di abad ke 14.

Presiden Muhammad Mursi mungkin tak menduga jendral yang diangkatnya justru berbalik memenjarakannya.

Di sekitar kita juga banyak contohnya. Bagaimana sosok yang paling getol menyerang lawan dengan media cetak misalnya justru belakangan diangkat menjadi direksi BUMN, berapa banyak rahasia yang bocor, yang tampak keras berkoar mungkin ia justru kepercayaan lawan.

Semoga Allah senantiasa melindungi pemimpin umat dari pengkhianat dan musuh dalam selimut. Amiin.*

Penulis buku Panglima Surga. Twitter @nugrazee. Blog www.nugrazee.blogspot.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komisi VIII Berharap Pengurusan Visa Jamaah Haji Tidak Terlambat
Tulisan selanjutnya Pendidikan Lembut dan Ramah Rasulullah (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?