Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Pengkhianatan Syiah di Bumi Syam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juni 2017 11:34 11:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juni 2017 11:34
Bagikan
Aktivis revolusioner Suriah memperingatkan komunitas Muslim Sunni tentang shiitisasi anak-anak di ibukota, Damaskus, di bawah naungan Kementerian Agama dan Mufti Besar Suriah Ahmad Badruddin Hassoun
Bagikan

Oleh: Mahmud Budi Setiawan

 

BUMI SYAM (sekarang mencakup wilayah Lebanon, Palestina, Suriah, Yordania dan Syam Jura) yang pernah menjadi pusat pemerintahan Dinasti Umawi, dalam perjalanan sejarahnya merekam banyak jejak pengkhianatan Syiah.

Dr. ‘Imad Ali Abdul Samî’ Husain dalam desertasinya yang berjudul: Khiyânâtu al-Syî’ah wa Atsaruhâ fî Hazâimi al-Ummah al-Islâmiyah (2004) menyebutkan beberapa pengkhianatan Syiah di bumi Syam.

Buku yang telah diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar pada tahun 2006 dengan judul “Pengkhianatan-Pengkhianatan Syiah dan Pengaruhnya Terhadap Kekalahan Umat Islam” ini menjelaskan dengan cukup baik mengenai pengkhianatan Syiah di Bumi Syam.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Setelah Aleppo dan daerah Syam lainnya jatuh ke tangan Tartar -yang dikomandoi Hulagu Khan pada tahun 658 Hijriah- maka komandan yang sadis ini mengutus hakim boneka bernama Kamaluddin ‘Umar bin Badar al-Taflisi Asy-Syi’i yang diberi mandat mengurusi urusan kehakiman di seluruh kota-kota Syam, Jazirah, Maushil, Maridin dan Kurdi.

Pasca kemenangan umat Islam pada Pertempuran Ainun Jalut (658 H/1260 M) atas komando Saifuddin Quthz, penduduk muslim Negeri Syam meringkus para pengkhianat dari kalangan Nashrani dan Syiah yang sebelumnya menyokong Tartar dan menyusahkan umat Islam. Syekh Syiah Muhammad bin Yusuf bin Muhammad al-Kanhi yang merupakan pengkhianat dari kalangan Syiah akhirnya dieksekusi mati.

Baca: Motif Pengusiran Syiah dari Mesir

Ibnu Katsir dalam kitab al-Bidâyah wa al-Nihâyah berkomentar cukup pedas kepada tokoh Syiah ini, “Dia merupakan Syekh Syiah Rafidhah yang ditugasi Tartar mengurusi harta umat Islam. Ia memiliki niat busuk. Yang ditugasi mengurusi harta umat Islam. Semoga Allah memburukkannya.” (1408: 13/256).

Pengkhianat Syiah yang lain adalah Shawar bin Mujīr al-Sa`adi. Pemimpin Syiah yang  dimakzulkan secara paksa dari kursi kepemimpinan di Mesir lari ke Damaskus meminta bantuan Nuruddin Zanki. Ia berjanji -kalau kembali memimpin- akan menjadi wakilnya di Mesir. Tak tanggung-tanggung, ia siap memberikan sepertiga pendapatan Mesir pertahun kepadanya.

Diutuslah Asad ad-Dīn Shīrkūh, bersama Shalahuddin Al-Ayyubi oleh Nuruddin untuk menjalankan missi ini. Setelah kembali berkuasa, ternyata watak asli Shawar tampak. Ia ingkar janji, memperlakukan tentara dengan tidak baik, bahkan mengusir Asad ad-Dīn dan Shalahuddin beserta rombongannya. Bahkan meminta bantu Raja dari Frank yang sedang menuduki Al-Quds. Pada pertempuran pertama dan kedua ia sukses mengalahkan Shalahuddin. Tapi, pada pertempuran ketiga, Shalahuddin bisa menumbangkan Shawar pada ekspedisi militer ketiga (564H/1169M).

Dhargam, Menteri Dinasti Fathimiyah juga melakukan pengkhianatan terhadap Asa ad-Dīn dalam ekspedisi Damaskus (1164 M). Ternyata, menteri syiah licik ini meminta bantuan Raja Amouri I untuk menumpas panglima muslim utusan Nuruddin Zanki. Sebagai imbalannya, Mesir akan di bawah kekuasaan raja tersebut. Pengkianatan ini pada akhirnya bisa ditumpas. Dargham pun nasibnya berakhir naas. Di samping ditinggal para khalifah, ia pada akhirnya di tewas terbunuh. (Sa’ad Karim al-Fiqi, Pengkhianat-Pengkianat dalam Sejarah Islam, 222-223)

Dalam kasus lain, Syiah Nushairiah juga pernah melakukan pengkhianatan dengan bekerjasama dengan Tartar pada tahun 696 H. Syarif al-Qummi adalah otak penting dalam pengkhianatan ini. Di Syam, lebih khususnya Damaskus, Syiah membombardir kaum muslimin dan membuat kerusakan yang sedemikian dahsyat sehingga merenggut stabilitas kemanan bumi Syam. Pada saat itu, masjid-masjid terlihat sepi, orang mau keluar rumah saja dengan rasa takut yang amat sangat. Ironisnya, semua ini terjadi atas kerjasama Syiah Nushairiyah dengan tentara Tartar. Dalam lembaran sejarah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah figur ulama yang aktif dalam melawan pengkhianatan ini.

Baca:  Sikap Panglima Shalāhuddin Al-Ayyubi Terhadap Syiah

Timur Lank ketika menguasai Badhdad, Aleppo, dan Syam pada kisaran tahun 822-823 H, disinyalir sebagai seorang yang berideologi Syiah Nushairiyah. Pada saat di Aleppo misalnya, Emir Alawi seorang Nushairiyah waki Aleppo bekerja sama dengan Timur Lank secara sembunyi-sembunyi untuk menyerang Aleppo. Pengkhianatan ini berhasil, banyak penduduk yang disiksa secara sadis, dibantai bahkan kepala yang dipenggal ditumpuk laksana bukit.

Di Era modern Syiah Nushairiyah bekerjasama  bersama penjajah Perancis untuk menyerang Khilafah Turki Utsmani. Atas pengkhianatan ini, penjajah Perancis menghadiahi mereka tanah yang dikenal dengan Pegunungan Alawiyin. Sebagai contoh, sosok yang terkenal dalam pengkhianatan ini adalah Salman Mursyid dari desa Jauba, Suriyah yang mengaku menjadi Tuhan. Basyar Asad, yang merupakan presiden Siria yang kontrovelsial, nyatanya bagian dari sekte Nushairiyah ini.

Di Lebanon, untuk menyerang muslim Sunni, Musa Al-Shadr tidak segan-segan bekerjasama dengan Sharel Al-Halew, Presiden Libanon dari kalangan Nashrani Maronit. Kerjasama ini menjadikan Syiah memiliki Majelis Islam Syiah tertinggi di Lebanon. Bahkan, tak malu bekerjasama dengan Amerika. (Raghib As-Sirjani, Syahwat Politik Kaum Syiah, 64).

Sebenarnya, masih banyak contoh-contoh pengkhianatan Syiah yang lain. Hanya saja, yang penting dijadikan catatan bagi pengkhianatan Syiah –baik di bumi Syam secara khusus maupun daerah lainnya secara umum- adalah: Pertama, ketika lemah, mereka akan pura-pura bekerjasama dengan muslim sunni. Kedua, mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi syahwat politiknya. Kerjasama mereka dengan tentara Salib dan Mongol misalnya, adalah contoh konkret pengkhianatan busuk ini. Ketiga, belajar dari sejarah pengkhianatan Syiah, jangan memberi ruang sedikit pun bagi mereka, sebab jika mereka mendapat kesempatan, pasti berujung pengkhianatan. Wallâhu a’lam.*

Penulis adalah Alumni Al Azhar Mesir, peserta PKU VIII UNIDA Gontor 2014

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bumi SyamDhargamDinasti FathimiyahDinasti UmawiHulagu KhanKamaluddin ‘Umar bin Badar al-Taflisi Asy-Syi’ILebanonMuhammad bin Yusuf bin Muhammad al-KanhiNegeri SyamNuruddin ZankipalestinaPengkhianatan SyiahPertempuran Ainun JalutRafidhahSaifuddin QuthzShawar bin Mujīr al-Sa`adisuriahSyamtartaryordania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas: Krisis Diplomatik Teluk sebuah Hubungan ‘Internal’ Arab
Tulisan selanjutnya PW MASIKA-ICMI Banten Siap Mengabdi Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?