Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Usaha Pembongkaran dan Pencurian Jasad Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 September 2014 06:22 6:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 September 2014 17:17
Bagikan
Bagikan

Oleh: H. Asmuni Solihan, Lc

AWAL September lalu bangsa Indonesia diguncang isu tidak produktif, berupa kabar pembongkaran makam Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wassallam.

Tak urung isu ini akhirnya merembet kemana-mana, hingga melahirkan kecaman, fitnah hingga stigma. Misalnya stigma “wahabi” dan  kejinya pemerintahan Saudi.

Untungnya, tak lama setelah itu, pemerintahan Saudi di Indonesia langsung membantah [Baca: Temui Dubes Saudi, Menag Sampaikan Isu Pemindahan Makam Nabi Tidak Benar]. Bantahan juga disampaikan Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (ISESCO), di mana menganggap berita itu hanya hoax buatan wartawan asing, Andrew Jhonson yang dimuat di harian Independent, Inggris [Baca: ISESCO Sebut Berita Pembongkaran Makam Nabi hanyalah Kebohongan].

***

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Seperti diketahui, buku-buku sejarah telah menceritakan kepada kita berbagai fenomena kedengkian musuh-musuh Islam sejak kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam. Demikian itu adalah setelah kegagalan mereka dalam menghadapi beliau dengan dalil dan bukti-bukti kebenaran. Di antara fenomena terburuk ini adalah upaya mereka dalam membunuh Nabi
Muhammad dan berakhir dengan kegagalan. Sebab Allah telah menjanjikan hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran: “Dan Allah akan melindungimu dari (gangguan) manusia.”  (QS: Al-Maa’idah: 67)

Setelah mereka gagal membunuh Nabi ketika masa hidupnya, maka mereka senantiasa melakukan rekayasa dan permusuhan setelah wafatnya. Demikian itu tercermin dalam upaya-upaya mereka untuk mencuri jasad Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam dari makamnya.

Tulisan ini akan menjelaskan upaya-upaya mencuri jasad orang yang dimuliakan umat Islam sedunia ini.

Pertama, upaya pencurian jasad Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam dari makamnya di Madinah untuk dipindahkan ke Mesir. Upaya keji ini diperintahkan oleh khalifah ke-6 dari Dinasti Ubaidiyin –yang memerintah di Mesir pada tahun 386 H dan meninggal pada tahun 411 H dengan gelarAl Hakim Biamrillah– kepada Abul Futuh Hasan bin Ja’far yang menjadi gubernurnya untuk wilayah Makkah dan Madinah.

Kisah ini disebutkan dalam KitabTarikh Bagdhad karya Ibnu An Najjar dengan sanadnya. Ia mengatakan, “Telah menceritakan kepada kami Abu Muhammad Abdullah bin Mubarak Al Muqri’, dari Abul Ma’ali Shalih bin Syafi’ AlJili, dari Abul Qasim Abdullah bin Muhammad bin Muhammad Al Mu’allim, dari AbulQasim Abdul Halim bin Muhammad Al Maghribi, bahwa sebagian orang zindiq mengisyaratkan kepada Al Hakim Al Ubaidi pemimpin Mesir, agar memindahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam dan kedua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar, dari Madinah ke Mesir, dengan mengatakan kepadanya, “Jika demikian itu bisa engkau lakukan, maka manusia akan melakukan perjalanan dari segala penjuru bumi ke Mesir, dan akan menjadi kemakmuran bagi penduduknya.”

Maka Al Hakim dalam waktu tidak lama berupaya keras membangun gedung di Mesir dengan dana yang sangat besar. Lalu Al Hakim memerintahkan Abul Futuh untuk melakukan penggalian makam Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam. Ketika Abul Futuh sampai ke Madinah dan duduk di masjid, maka datanglah kaum Muslimin karena mereka telah mengetahui apa yang menjadi rencana  kedatangannya ke Madinah ini.

Saat itu kaum muslimin disertai seorang qari’ (Hafizh Al-Qur’an) yang dikenal dengan nama Az Zalbani, dan dalam majelis pertemuan itu dia membaca firman Allah, “Jika mereka melanggar sumpah mereka setelah ditetapkan dalam janji mereka…” sampai firman Allah, “… jika kamu benar-benar orang yang beriman.”

Maka bergemuruhlah suara manusia, dan hampir saja mereka membunuh Abul Futuh beserta pasukan yang menyertainya. Dan tidaklah menghalangi mereka dari segera melakukan hal tersebut, melainkan karena negeri menjadi wilayah kekuasaan mereka.

Melihat hal tersebut, Abul Futuh mengatakan kepada mereka, “Allah lebih berhak untuk ditakuti. Demi Allah, seandainya Al Hakim Al Ubaidi tidak membunuhku, maka aku tidak akan mengusik tempat ini!” Dan terjadilah padanya sempit dada serta ketakutan karena melakukan perbuatan yang hina ini. Maka tidaklah siang bergeser pada hari itu, melainkan Allah mengirimkan angin yang mengguncangkan bumi karena sangat kuatnya. Hingga unta-unta dengan sekedupnya dan kuda-kuda dengan  pelananya bergelimpangan, sebagaimana menggelindingnya bola di atas muka bumi, dan binasalah mayoritasnya dan juga sebagian dari manusia.” (Dalam As Samhudi, Al Wafa Bima Yajibu Lihadhrati Al Mushthafa, hlm. 129)

Kedua, Al Hakim Biamrillah Al Ubaidi berupaya lagi untuk membongkar makam Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam. Namun upaya ini pun mengalami kegagalan serta kenistaan, dan Allah melindungi Nabi-Nya.

Rincian kisah ini disebutkan para sejarawan dengan mengutip dari Kitab Ta’assi Ahlil Imam Fima Jara ‘Ala Madinati Al Qairuwan karya Ibnu Sa’dun Al Qairuwan, sebagai berikut:

“Kemudian Al Hakim Biamrillah mengutus ke Madinah orang yang diperintahkan untuk membongkar makam Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam. Ketika orang ini sampai di Madinah bertempat di rumah dekat masjid Nabawi, dan membuat galian terowogan agar sampai ke makam Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam. Lalu masyarakat melihat cahaya dan mendengar suara yang mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya makam Nabi kalian dibongkar!”

Maka manusia mencari, dan mereka mendapati orang yang melakukan penggalian itu, lalu mereka pun membunuhnya.”

Ketiga, rencana pembongkaran makam Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam diperintahkan oleh sebagian raja Kristen dan dilaksanakan oleh dua orang Kristiani dari Maghribi pada tahun 557 H. Di mana rencana upaya ini dan pelaksanaannya dilakukan dengan penuh kecermatan dan kemahiran. Lagi-lagi kekuasaan Allah di atas segala sesuatu, dan Dia telah menjanjikan untuk menjaga dan melindungi Nabi-Nya, sehingga beliau selamat dan terlindungi dari upaya keji yang dilakukan oleh umat Kristiani ini.*/bersambung Sultan Nurudiin Mahmud Zanki mengungkap niat jada dua orang Kristen menggali makam Nabi

Penulis tinggal di Jakarta.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hukuman matikristenmaroko
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vatikan Pecat Uskup Kasus Pedofilia Anggota Opus Dei
Tulisan selanjutnya Haji Lulung Siap Gagalkan Ahok Jadi Gubernur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?