Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh
Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
Metode pengobatan herbal apa untuk beberapa penyakit yg sering terjadi pada bayi, seperti demam, diare, dan batuk pilek. Jika bayi masih ASI eksklusif, makanan apa yg dapat dikonsumsi oleh ibu untuk membantu menyembuhkan penyakit di atas?
Bagaimana pendapat Dokter tentang vaksinasi/imunisasi?
Putri saya lahir prematur (usia kandungan 30 minggu, berat lahir 1,4kg). Alhamdulillah, saat ini usia 4 bulan, sehat, berat badan sudah seperti bayi lahir berat badan normal, dan belum pernah divaksinasi. Makanan apa yg dapat diberikan kepada bayi saya, untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sebagai pengganti vaksinasi?
Bagaimana dengan tahnik? Kurma jenis apa yg baik untuk tahnik? Adakah waktu yang baik untuk men-tahnik bayi? Siapa yg paling baik untuk men-tahnik? Apa ada syarat kesehatan orang yang men-tahnik?
Demikian pertanyaan yang saya sampaikan. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.
Aji Rakhmayanto
Wa’alaikumussalam wa Rahmatullahi wa Barakatuh
Bapak Aji yang dirahmati Allah, kami sangat bangga Anda membawa keluarga dalam pengobatan ala Nabi (thibbun nabawi) dan herbal. Semoga keluarga Anda diberikan kesehatan.
Pertama, untuk sakit diare banyak herba yang bisa kita gunakan sebagai obat, antara lain: secang, daun jambu biji, teh pekat, habatussauda, air kelapa, dan madu. Namun, jika bayi Anda masih mengonsumsi ASI, usahakan ibunya saja yang mengonsumsi herbal-herbal tersebut.
Kedua, soal vaksinasi sudah sering kami bahas dalam beberapa kesempatan. Pada intinya, saya setuju dengan vaksinasi, asal yang halal, thayyib, dan telah dilakukan uji klinis sebelumnya sehingga vaksin tersebut dinyatakan aman. Tidak mengandung bahan-bahan haram yang terkandung di dalamnya.
Ketiga, semua jenis makanan sehat yang Allah ciptakan untuk manusia bisa dipakai sebagai sumber nutrisi dan imunitas bagi bayi. Ada madu, spirulina, kurma, minyak zaitun, habbatussauda, dan omega 3. Ada juga tumbuh-tumbuhan dan sayuran yang sehat. Semuanya itu pada akhirnya menyehatkan bayi. Kekebalan tubuh seseorang itu tercipta dari apa yang ia makan dan minum dalam kesehariannya.
Jadi usahakan apa yang dimakan itu menjadi obat dan obat yang dimakan tersebut menjadi makanan harian. Inilah filosofi dasar dalam pengobatan alami.
Keempat, tahnik merupakan salah satu metode “vaksinasi” yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada bayi yang baru lahir. Saat ini memang baru dilakukan penelitian tentang tahnik, namun kita beriman bukan kepada penelitiannya, melainkan kita beriman pada apa yang dilakukan dan disabdakan oleh Rasulullah, yakni bayi-bayi yang baru lahir beliau langsung yang men-tahniknya.
Men-tahnik terbaik adalah sang ayah yang melakukannya langsung. Memang tidak disebutkan memakai kurma apa, tapi jika memungkinkan menggunakan kurma ajwa. Mengenai masalah waktu, setahu saya tidak ada batasan waktunya, kapan saja boleh asalkan setelah bayi lahir. Wallahu’alam bi shawab.*