Hidayatullah.com–Setelah menunggu lebih dari 500 tahun, akhirnya Muslim Spanyol berhasil membangun sebuah masjid sendiri di bawah bayang-bayang Alhambra, salah satu lambang kekuatan Islam di Eropa masa lalu.
Pembukaannya yang rencananya dilakukan oleh wakil Muslim Spanyol. Disiarkan secara langsung oleh televisi Al-Jazeera, seorang muazzin akan menaiki menara Masjid Agung Granada dan mengumandangkan azan untuk pertama kalinya dalam 5 abad.
Menurut pembangunnya, masjid ini merupakan simbol kebangkitan Islam di Eropa dan Spanyol, tempat di mana terdapat warisan kejayaan Islam.
Meskipun demikian, diam-diam banyak warga Spanyol yang tidak senang. “Banyak orang yang menentang, tetapi mereka tahu secara politik tidak mungkin untuk menyuarakan pendapat mereka,” tutur seorang wartawan lokal.
Lebih dari 500 tahun sejak bangsa asli Spanyol ditaklukkan kembali di wilayah selatan negeri itu, mengakhiri hampir 8 abad kekuasaan bangsa Moor, sebutan bangsa muslim dari Timur Tengah.
Mengabaikan janji mereka untuk toleran terhadap keyakinan kaum Muslim, bangsa Spanyol ikut serta dalam gelombang pemaksaan, pengusiran dan pembunuhan. Masjid-masjid dihancurkan, sebaliknya gereja-gereja dibangun, bahkan sering di lokasi yang sama tempat masjid dihancurkan.
Kenangan pada “masa berdarah” dan perang yang selama ratusan tahun melanda seluruh Andalusia masih hidup dalam ingatan kebanyakan orang-orang Kristen.
Bahkan hari ini di bukit-bukit sekitar Granada, mereka masih menggunakan doa pembaptisan lama, “Inilah anakmu: kau berikan seorang Moor padaku, Aku kembalikan dia menjadi seorang Kristen.”
Dan sejarah hidup dalam ingatan kaum Muslimin. Kerinduan untuk kembali kepada Islam yang diharapkan propinsi Andalus sering menjadi tema syair Islam.
Meskipun kebanyakan warga Spanyol yang menentang proyek itu telah menyusut akhir-akhir ini, namun butuh 22 tahun bagi pemerintah kota Granada untuk mendapatkan izin pembangunan masjid pertama untuk Muslim asli Spanyol daripada imigran sejak penaklukan kembali.
Masjid ini akan menjadi tempat ibadah 500 warga muslim, yang umumnya warga Sponyol yang telah memeluk Islam. Menurut Haqq, mayoritas muslimin Spanyol sebelum bangsa moor datang
“Bangsa moor telah mengambil alih dengan qur’an disbanding dengan pembunuhan. Masjid ini untuk menunjukkan warga muslim Spanyol bukan sesuatu yang aneh. Kami tidak akan menaklukkan kembali negara ini. Kamu hanya ingin mengatakan bila kita, sebagaimana halnya orang-orang Spanyol lainyya sama seperti anda, “ kata Abdul Haq (42).
Pada 711 Masehi, Tariq bin Ziyad, seorang pahlawan Islam yang juga mantan pembantu Musa bin Nusair memimpin 12.000 anggota pasukan muslim menyeberangi selat antara Afrika dan daratan Eropa.
Tariq yang terkenal dengan membakar kapal-kapalnya di pantai Andalusia (Spanyol) untuk berperang melawan tentara Kristen akhirnya berhasil menalukkan Andalusia dan Granada.
Sayangnya, pada tahun 1085, simbol kejayaan Islam itu jatuh pada pasukan Kristen. Di mana Raja Al Qadir Adzdzunnuniyah menyerah kepada Raja Leon Alfonso VII. Menyusu kemudian Mustansir al-Mudiayah menyerah kepada Ramire II dari Aragon. Kerajaan Cordoba yang terbesar di Andalusia jatuh pada tahun 1236 dan Kerajaan kedua terbesar Sevilla luluh-lantak dan takluk pada tahun 1248.
Keruntuhan Cordoba itu tidak saja diratapi oleh Umat Islam, tetapi juga seorang penulis Kriten Stanley Lane Poole dalam bukunya “The Mohammadan Dynasties” mengaku betapa mundurnya peradaban Andalusia setelah runtuhnya kerajaan Islam Cordova. (ntlg/syam/cha)