Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Keteguhan Abdullah bin Khudzafah Mempertahankan Agama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2017 10:10 10:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2017 10:10
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

IBNU Katsir dan yang lainnya meriwayatkan, Umar bin Khattab r.a mengutus pasukan untuk berperang melawan Romawi. Ikut serta dalam pasukan ini, seorang sahabat muda bernama Abdullah bin Khudzafah r.a.

Perang pun berkecamuk hebat. Kehebatannya menyisakan decak kagum Panglima Romawi atas keteguhan kaum Muslimin dan keberanian mereka menghadapi maut.

Kemudian Raja Romawi memerintahkan agar pasukan Muslimin yang mereka tawan dihadapkan kepada mereka. Didatangkanlah di hadapannya, Abdullah bin Khudzafah r.a. Ia diseret dengan tangan yang dirantai dan kaki diikat.

Setelah berbincang-bincang dengannya, raja kagum atas kecerdasannya. Ia berkata kepada Abdullah, “Masuklah ke agama Nasrani, kau akan kubebaskan.“

Abdullah r.a menolaknya. Raja tetap menawarinya lagi, “Masuklah ke agama Nasrani, kau akan kuberi separo kekuasaanku.”

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Namun Abdullah tetap tegas menolaknya. “Masuklah ke agama Nasrani, kau akan kuberi separo kekuasaanku dan kuikutsertakan kau dalam pemerintahanku,“ desak Raja. Abdullah berkata, “Demi Allah, andai saja kau berikan seluruh kekuasaanmu dan kekuasaan nenek moyangmu kepadaku, bahkan seluruh kekuasaan Arab dan Ajam (non-Arab), aku tetap tak sudi untuk keluar dari Islam.”

“Kalau begitu kamu akan kubunuh,“ putus Raja. “Bunuhlah,“ jawab Abdullah.

Raja memerintahkan pasukannya agar menyalib Abdullah bin Khudzafah, lalu menyuruh pasukan pemanah melepaskan anak panah ke tubuh Abdullah. Tetapi Raja berpesan, jangan sampai anak panah itu mengenai tubuh Abdullah (hanya untuk menakut-nakuti, pent.).

Saat anak-anak panah meluncur ke sekitar tubuhnya, Raja tetap menawarinya masuk Nasrani. Dan seperti sebelumnya, Abdullah r.a menolak tegas. Ia lebih memilih kematian.

Melihat ketegaran Abdullah, Raja memerintahkan agar dia dikembalikan ke penjara. Kali ini, ia tidak diberi makan dan minum. Sampai ketika Abdullah r.a hampir mati karena haus dan lapar, mereka memberinya arak dan daging babi.

Melihat kedua hidangan ini Abdullah berkata, “Demi Allah, aku tahu arak dan daging babi ini sebenarnya halal bagiku. Tetapi aku tidak ingin orang-orang kafir itu bersorak gembira karenanya.” Hidangan itu tidak disentuhnya. Hal ini dilaporkan kepada Raja.

Kemudian ia menyuruh agar dihadirkan seorang wanita penggoda di hadapan Abdullah. Masuklah wanita itu ke sel Abdullah r.a. Ia beraksi di muka Abdullah, meliuk-liukkan tubuh menggodanya. Namun sedikit pun Abdullah r.a tidak menoleh kepadanya.

Mengetahui sikap Abdullah seperti itu, wanita tersebut keluar sel sambil menggerutu. Ia berkata kepada Raja dan pasukannya, “Kalian telah menyuruhku menggoda seorang lelaki, yang aku tak tahu apakah ia seorang manusia atau seonggok batu. Demi Allah, dia tidak tahu apakah aku seorang perempuan atau lelaki.”

Akhirnya Raja putus asa membujuk Abdullah. Ia menyuruh pasukannya membuat tungku api dan memanaskan minyak hingga mendidih. Kemudian Abdullah bin Khudafah diberdirikan menghadap minyak yang telah mendidih itu.

Sejurus, didatangkanlah seorang Muslim yang juga menjadi tawanan. Dengan kondisi badan terikat, ia diceburkan ke minyak yang mendidih tersebut hingga jasadnya lenyap ditelan didihan minyak. Tulang belulangnya berserakan menyembul ke atas permukaan minyak. Abdullah r.a menyaksikan sendiri pemandangan itu.

Di saat-saat seperti itu, kembali Raja menyarankan Abdullah agar murtad. Namun ia tetap menolaknya.
Raja naik pitam dan segera memerintah agar Abdullah diceburkan ke tungku. Ketika ia digiring mendekati tungku dan merasakan panasnya api, air matanya meleleh. Abdullah menangis.

Raja yang mengetahui hal tersebut bergembira (mengira Abdullah takut, pent.). “Masuklah ke agama Nasrani, kau akan kubebaskan.” “Tidak,” jawab Abdullah.

“Lalu mengapa kamu menangis?” tanya Raja. “Aku menangis karena hanya memiliki satu nyawa, sehingga aku langsung mati ketika diceburkan ke tungku ini. Demi Allah, aku ingin memiliki seratus nyawa, yang semuanya kugunakan untuk mati di jalan Allah, seperti kematian yang akan aku hadapi ini.”

Raja berkata, “Ciumlah kepalaku, kau akan kubebaskan.” “Dan kau bebaskan pula seluruh kaum Muslimin yang kau tawan,” tawar Abdullah.

“Ya,” jawab raja. Abdullah mencium kepala Raja. Setelah itu, Raja memutuskan membebaskan seluruh kaum Muslimin yang ditawan.

Subhanallah! Bagaimana keadaan kita hari ini jika dibandingkan dengan keteguhan Abdullah seperti di atas? “Janganlah sekali-kali kamu mati, kecuali dalam keadaan Muslim.”

Sungguh naïf. Sebagai kaum Muslimin hari ini rela menggadaikan diennya untuk mendapatkan harta atau memenuhi syahwatnya, dan tenggelam dalam kenikmatan duniawi. Selanjutnya mati secara su’ul khatimah. Na ‘udzubill.*/Sudirman (Dari buku: Malam Pertama di Alam Kubur, penulis buku: Dr. A’idh Al-Qarni, M.A.)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AbuKhudzafahpenahanannya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH Nasir Zein Ajak Mahasiswa Indonesia di Pakistan Jaga Izzah Islam
Tulisan selanjutnya MUI Kaji Video Pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu dengan Mendalam dan Serius

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Berita
19 Oktober 2026 21:48
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?