Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Ikuti Kebiasaan Sahabat Menghafal Al-Qur’an

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Mei 2017 20:35 8:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Mei 2017 20:35
Bagikan
Ilustrasi membaca al-Quran.
Bagikan

SEBAGAIMANA telah Anda maklumi bahwa yang dimaksud qira’atul Qur’an atau tilawatul Qur’an pada masa dahulu identik dengan Tahfizhul-Qur’an. Sebab, pada masa itu kertas belum ada. Sarana tulis menulis masih sangat terbatas. Di samping itu, mayoritas kaum muslimin masih ummi, tidak bisa membaca dan menulis. Oleh sebab itu, menghafal al-Qur’an merupakan cara yang pas bagi mereka agar dapat membacanya.

Ketika Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam meninggal dunia, sebagian besar para sahabat telah hafal al-Qur’an dengan keterbatasan masing-masing. Kebiasaan yang mereka lakukan semasa Rasulullah hidup; menerima ayat, menghafalnya, mempelajari ilmu dan amalannya, dan menjadikan mereka potret-potret al-Qur’an hidup.

Setiap hari lisan mereka basah oleh alunan ayat-ayat al-Qur’an. Siang dan malam hari merupakan waktu-waktu yang sama mulianya bagi para penghafal al-Qur’an untuk me-muraja’ah-nya. Apabila ada ayat yang lupa, maka mereka langsung mengeceknya kepada sahabat yang lain.

Meski tidak semua dari mereka memiliki hafalan yang baik, namun tinta sejarah mengukir generasi emas tersebut. Mereka mampu menyelamatkan otentisitas al-Qur’an dengan mengandalkan kekuatan hafalan sebagai pondasi utama. Kelemahan mereka dalam menulis dan membaca, telah menjadi pemicu untuk memunculkan potensi manusiawi lainnya. Mereka adalah generasi huffaz yang mewujud di muka bumi. Selanjutnya, tradisi menghafal al-Qur’an terus berlanjut selama berabad-abad hingga sekarang. Para ulama kita menyebutnya dengan Tahfizhul-Qur’an.

Di sisi lain, menghafal al-Qur’an merupakan sarana mengasah otak, mempertajam daya ingat, dan sekaligus antitesis terhadap kejenuhan membaca al-Qur’an bin-nazhar (dengan cara melihat/membaca). Orang yang menghafal al-Qur’an tidak akan merasa jemu membacanya dan muraja’ah-nya sampai kerongkongan kering, suara serak, dan terkadang hingga mulut berbusa. Inilah amalan yang berpahala besar di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Merekalah sejatinya yang patut mendapat syafaat al-Qur’an di hari Kiamat, karena ketika di dunia mereka telah banyak membacanya dengan segala kepayahan. Mereka adalah kelompok seperti yang disabdakan Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam:

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan memberikan syafaat kepada para pembacanya.” (HR. Muslim; 1.337)

Menghafal al-Qur’an tidak dapat sendiri, dibutuhkan seorang ustadz yang hafizh untuk menerima setoran hafalan. Maka yang pertama kali Anda lakukan adalah mencari majelis atau lembaga tahfizhul-Qur’an. Daftarkan nama Anda sebagai salah satu peserta. Dan ikuti kebiasaan para penghafal al-Qur’an sebelumnya, ikuti saran-sarannya karena mereka lebih dahulu berpengalaman. Inilah sarana yang ada untuk menghafal al-Qur’an saat ini.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Agar Bacaan Al-Qur’an Anda Tak Sia-sia, penulis: Irfan Abdul ‘Azhim)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:generasi huffazmenghafal al-Qurantahfizhul-Qur’an
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kuatkan Ukhuwah, Kuatkan Persatuan
Tulisan selanjutnya Yusril Pimpin “1.000 Advokat Bela HTI” Hadapi Upaya Pembubaran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?