Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Berhati Lembut Bertutur Manis

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Februari 2019 11:47 11:47 am
Ahmad
Dipublikasikan 18 Februari 2019 11:50
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

SEBAGIAN besar umat Islam mampu menjalankan ibadah dengan baik, namun belumlah begitu banyak yang benar-benar mampu bertutur kata yang manis (baik), terlebih terhadap orang yang pernah melukai perasaan, atau bahkan dianggap negatif.

Terkadang ada rasa enggan menyapa sesama hanya karena diri merasa lebih layak dihormati, merasa lebih berhak dihargai, sehingga saat berpapasan dengan sesama Muslim, pura-pura tidak melihat kerapkali dilakukan.

Sikap demikian tidak diperkenankan di dalam ajaran Islam. Bagaimana mungkin hal itu bisa dilakukan oleh insan beriman, sedangkan Allah Ta’ala memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk berendah hati kepada insan beriman.

“Dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.” (QS. Al-Hijr [15]: 88).

Ibn Katsir menjelaskan yang dimaksud adalah, Allah ﷻ ingin Nabi Muhammad ﷺ mengutamakan sikap lemah lembut kepada orang beriman, seperti yang difirmankan dalam Surah At-Taubah ayat ke 128.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang-orang beriman.”

Baca: Pendidikan Lembut dan Ramah Rasulullah (1)

Lemah lembut, berwajah manis, dan bertutur kata yang baik kepada sesama Muslim akan menjadikan kebaikan-kebaikan melimpah di dalam kehidupan kita. Bahkan kelak, akan disediakan kamar khusus di dalam Surga.

Imam Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin mengutip hadits Nabi ﷺ mengenai hal ini. “Sesungguhnya di Surga nanti terdapat kamar-kamar, dimana sisi-sisi bagian dalamnya dapat dilihat dari arah luarnya.”

Orang Baduwi bertanya, “Untuk siapakah kamar-kamar itu, ya Rasulllah?”

Beliau menjawab, “Untuk orang yang suka bertutur kata manis kepada saudaranya, memberi makan kepada fakir miskin, dan menyibukkan diri dengan beribadah pada saat orang lain sedang tertidur lelap.” (HR. Tirmidzi).

Dari Abu Syuraih, ia berkata pada Rasulullah ﷺ
يَا رَسُولَ اللَّهِ، دُلَّنِي عَلَى عَمِلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ
“Wahai Rasulullah ﷺ, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam Surga.”

Beliau bersabda,

إِنَّ مِنْ مُوجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ بَذْلُ السَّلامِ، وَحُسْنُ الْكَلامِ
“Di antara sebab mendapatkan ampunan Allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik.” (HR. Thabrani).

Baca: Lembut Itu Ada Takarannya

Demikianlah kebaikan atau balasan yang akan diterima oleh siapapun yang dapat bertutur kata lembut dan manis kepada sesama insan beriman.

Dan, di dalam kehidupan dunia, tutur kata yang baik, yang manis, yang meneguhkan iman akan menjadikan seseorang jauh dari musuh.

“Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali ‘Imran [3]: 159).

Masih dalam Ihya’ Ulumuddin, disebutkan bahwa Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata, “Pada suatu hari, datanglah seorang wanita kepada Rasulullah ﷺ sambil mengatakan, ‘Aku mempunyai suatu keperluan dengan Anda.’

Sejumlah Sahabat saat itu tengah bersama Rasulullah ﷺ. Beliau mengatakan, ‘Duduklah di atas tanah (tikar) ini, dimana pun posisi yang engkau kehendaki, maka aku akan duduk bersamamu untuk memenuhi apa yang menjadi keperluanmu.’

Lalu wanita itu duduk, dan beliau pun duduk. Ia mengatakan keperluannya kepada Rasulullah ﷺ, dan beliau pun memperhatkan keperluan itu sampai selesai.” (HR. Muslim).

Artinya, Rasulullah ﷺ bersikap baik, bertutur kata manis, dan memberikan penghormatan tidak saja kepada para Sahabat yang mulia dan setia kepada Islam, tetapi orang lain pun, yang belum dikenal, sikap Rasulullah ﷺ sangat ramah dan memuliakan.

Demikianlah keteladanan Nabi ﷺ kepada kita. Betapa pentingnya bertutur kata yang baik, yang manis kepada sesama insan beriman, andai tidak ada harta yang bisa disedekahkan, maka berkata baik sangat diutamakan.

“Jagalah kalian dari api neraka, walaupun dengan bersedekah sepotong kurma. Namun siapa yang tidak mendapatkan sesuatu yang bisa disedekahkannya maka dengan (berucap) kata-kata yang baik.” (HR. Al-Bukhari).

Baca: Bersikap Lembut Ketika Mendidik Anak

Terhadap hadits tersebut, Imam Nawawi menjelaskan bahwa semestinya kita memberikan ucapan yang baik, yaitu yang menyenangkan hati seseorang, jika ucapan itu mubah atau mengandung ketaatan.

Sekiranya bertutur kata tidak sempat dilakukan, maka tersenyum dan berwajah ceria, itu sudah sangat baik.

“Jangan sekali-kali engkau meremehkan perkara kebaikan walaupun hanya berwajah cerah ketika engkau bertemu dengan saudaramu.” (HR. Muslim).

Dengan demikian, hal yang sangat penting diupayakan setelah ibadah yang utama adalah berakhlak baik kepada sesama dengan berwajah ceria, bertutur kata yang baik dan memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan.

Jika ada hal penting yang mesti masuk dalam daftar muhasabah harian setiap kita, bahasan ini adalah yang penting untuk dilakukan. Sebab kadang kala, dalam canda, tanpa sadar ada teman terluka karena ucapan kita yang berlebihan. Dalam interaksi secara kolektif, tak jarang kita mengungkap satu hal yang kadang membuat teman atau sesama tidak nyaman.

Semoga Allah ﷻ membimbing kita untuk senantiasa mampu berutur kata yang baik, yang manis kepada sesama setelah rajin dan sungguh-sungguh di dalam beribadah. Karena di antara tanda ibadah baik dan diterima adalah kesanggupan diri melakukan kebaikan, meski hanya dengan kata-kata kepada sesama Muslim. Allahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhlakbersikap lembuthati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 9 Rekomendasi Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Minta Pemerintah Adil Tegakkan Hukum Tanpa Diskriminasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?