Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Al-Ma’ruf dan Puncak Amal Kebajikan

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 April 2011 18:01 6:01 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 April 2011 18:01
Bagikan
Bagikan

Oleh: Imron Baehaqi, Lc

DALAM al-Quran, banyak disebutkan lafaz-lafaz yang menunjukan segala perbuatan yang baik atau ‘amal salih. Misalnya saja: al-ma’ruf, al-khoir, al-birru, al-hasanah, at-thoyyibah, dan al-ibadah.
Ungkapan-ungkapan ini mempunyai tujuan dan makna yang sama, yaitu kebaikan, kebajikan, dan pengabdian.
Prof. Hamka dalam kitab tafsirnya “al-Azhar” mengatakan bahwasanya puncak dari segala amal kebajikan atau amal ibadah itu ada dua, yaitu: pertama, memperhambakan diri kepada Allah; dan kedua memperbanyak perbuatan yang memberi manfaat kepada sesama makhluk.

Antonim lafaz-lafaz di atas adalah al-munkar (kemungkaran), as-sayyiah (keburukan), az-dzunub atau al-itsm (perbuatan dosa) dan al-ma’asiyah (maksiat). Yaitu, suatu perbuatan yang menunjukan sikap membangkang terhadap Allah dan perbuatannya tersebut tidak berfaedah, bahkan justru menimbulkan mudhorat dan kerugian, baik kepada dirinya sendiri atau pun kepada orang lain.

Di dalam surah al-‘Ashr ditegaskan, bahwa manusia itu berada dalam kerugian yang nyata, kecuali empat perkara yang menjadikannya beruntung dan bahagia, yaitu iman, amal saleh, saling menasihati untuk menepati kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. (Q.S. al-‘Ashr:2-3)

Ayat di atas menggambarkan sebuah hubungan yang begitu erat dan saling menguatkan antara amal saleh (perbuatan kebajikan) dan iman (keyakinan) yang dimiliki oleh pelakunya. Keduanya laksana dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Maknanya, iman tanpa diiringi amal saleh akan menyeret pelakunya kepada kerugian, begitu sebaliknya amal saleh yang dikerjakannya akan menjadi sia-sia apabila tidak didasarkan kepada iman kepada Allah SWT.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Mengenai hal ini, Allah menurunkan sebuah perumpamaan yang sangat indah dan penuh makna. “Dan orang-orang kafir, amal perbuatan mereka adalah bagaikan fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila dihampirinya air itu, dia tidak mendapati apa pun.” (Q.S. an-Nuur:39).

Oleh sebab itu, dalam melakukan pengabdian secara sempurna kepada Allah sebagai puncak amal kebajikan yang pertama tadi, diperlukan keyakinan yang total kepada Allah SWT.

Kaitannya dengan puncak amal kebajikan yang kedua, Rasulullah saw. pernah bersabda: “Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari).

Secara berulang-ulang, al-Qur’an pun banyak menyebutkan keutamaan mengerjakan amal saleh, di mana Allah SWT menghadiahkan pahala yang sangat besar kepada hamba-hambaNya yang mengerjakan amal kebajikan. Sebagaimana firmanNya dalam surat an-Nahl ayat 97, Allah menjanjikan suatu kehidupan dan balasan yang baik bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. “Barangsiapa mengerjakan kebajikan baik kaum laki-laki maupun perempuan dan dia beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan Kami akan berikan balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Hakikatnya, ayat di atas mendorong kita untuk lebih giat dalam melakukan amal kebajikan. Bahkan kalau dipahami secara teliti dan diiringi keyakinan yang mantap, ayat ini boleh membangkitkan optimisme yang luar biasa pada diri seseorang dalam menjalani proses kehidupan ini. Di mana Allah SWT telah menjanjikan suatu kehidupan yang baik, aman dan tentram (hayatan thoyyibatan) bagi orang-orang yang berbuat amal kebajikan karena Allah SWT. Sedangkan di akhirat nanti, Allah akan memberikan balasan yang lebih baik daripada balasan yang diberikan di dunia.

Selain itu, ayat ini sekaligus mengandung bantahan terhadap orang-orang yang selalu pesimis dan beranggapan bahwa nasib hidupnya itu tidak baik atau kurang beruntung, padahal dirinya telah beribadah dan berbuat kebajikan.

Seseorang hanya akan merasa pesimis dan akan beranggapan negatif kepada Allah, kecuali jika dia mengetahui dan memahami hakikat puncak amal kebajikan dengan sebaik-baiknya. Wallahu ‘alam bi showab

*Penulis adalah Ketua Bagian Dakwah dan Tabligh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kuala Lumpur, Malaysia dan Kandidat Master Program Usuluddin, Universiti Malaya, Kuala Lumpur

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Bidik Pasar Indonesia untuk Kurangi Pengangguran di Negaranya
Tulisan selanjutnya Ulama Rusia Studi Banding ke PP Gontor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?