Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prof Wan: Didiklah Generasi ‘Singa’!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Januari 2018 21:10 9:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Januari 2018 17:37
Bagikan
Pakar peradaban dari Malaysia, Prof Wan Mohd Nor Wan Daud
Bagikan

Hidayatullah.com–“Didiklah generasi kita seperti ‘singa’, jangan seperti ‘babi’,” kata pakar peradaban dari Malaysia, Prof Wan Mohd Nor Wan Daud.

Hal ini disampaikan dalam diskusi cendekiawan dan praktisi pendidikan dari Komunitas Pecinta Ilmu (KOPI) yang berkunjung ke rumahnya di daerah Kajang, Kuala Lumpur,  Ahad, (21 Januari 2018).

Prof Wan –sapaan akrabnya—lebih lanjut menjelaskan, singa itu jika mengaum, maka seluruh hewan akan ketakutan. “Bahkan ketika kakinya tertusuk duri (dan tidak bisa mengejar mangsa) lalu mengaum, maka semua haiwan masih sangat takut. Padahal dia tak upaya memangsa, namun dikarenakan tertusuk duri,” ujarnya.

“Singa itu kalau beranak tidak banyak, paling cuma 2 hingga 4 ekor. Tetapi meskipun sedikit, itu tetap membuat gentar,” ujar pendiri Center for Advanced Studies on Islam, Science and Civilisation (CASIS), Universiti Teknologi Malaysia ini.

Baca: Jadilah Pemuda Muslim yang Tangguh!

Apa bedanya dengan babi? “Kalau beranak banyak, tapi tidak berkualitas dan hanya bisa berkerumun, tidak menimbulkan rasa takut musuh-musuhnya,” ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Doktor lulusan Universitas Chichago (Amerika Serikat) ini memaparkan bahwa ajaran Islam ini amatlah luar biasa. Itulah sebabnya jika umat Islam mempunyai worldview  yang benar dan beradab mulia, maka akan mudah melahirkan generasi singa.

Masalahnya, banyak di antara umat Islam yang lebih silau dengan worldview  Barat yang sekular dan dualis. Sebagian lagi confused (kebingungan) dan hanya mengamalkan ajaran Islam sesuai keinginan nafsunya saja. Rendah adabnya. Akibatnya, Islam saat ini belum bisa tampil menjadi singa.

“Umat Islam ini sesungguhnya punya banyak obat, namun seringkali tidak bisa mendiagnosis penyakit sehingga salah dalam memberikan obat,” kata cendekiawan yang gemar bersyair ini.

Agar mampu melahirkan generasi singa, Prof Wan menyarankan kepada para pendidik, ustadz, guru, dan juga orangtua agar mengedepankan adab dan ikhlas.

“Sekarang ini terjadi loss of adab dan keruntuhan akhlaq. Ajaran Islam lebih mengutamakan fiqih sehingga kita ramai berbicara tentang itu saja. Padahal Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassallam diutus untuk menyempurnakan akhlaq,” ujarnya.

Diskusi cendekiawan dan praktisi pendidikan dari Komunitas Pecinta Ilmu (KOPI) di Kualalumpur, Malaysia [ISTIMEWA]
“Dalam mendidik generasi, kita juga harus ikhlas, lillahi Ta’ala. Kita tidak punya maksud-maksud lain kecuali hanya untuk Allah saja.”

Sementara cendekiawan pendiri KOPI, Dr Adian Husaini, menambahkan bahwa sosok guru di masa kini semestinya bukan hanya menjadi “tukang mengajar”. Bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban, memenuhi keperluan administratif, dan mencari penghasilan.

“Juga harus berusaha meningkatkan kualitas keilmuan. Janganlah bertahun-tahun mengajar itu-itu saja, meskipun muridnya berganti-ganti,” ujarnya.

Baca: Prof Wan Mohd Nor Wan Daud: Mengkritik Barat Tak Berarti Anti Barat

Menurut penulis produktif ini, sosok guru, ustadz, atau pendidik mestinya menjadi mujahid intelektual.

“Harus terus meng-upgrade diri sehingga anak didik yang dihasilkan pun semakin berkualitas. Inilah generasi singa, sebagaimana yang disebut oleh Prof Wan.”

Adian Husaini dan para cendekiawan pekan lalu mengadakan Rihlah Ilmiah ke Malaysia. Mereka berkunjung ke beberapa institusi pendidikan tinggi seperti ke CASIS-UTM, ISTAC, mengikuti seminar dan diskusi ilmiah bersama para profesor, masjid-masjid, serta berkunjung ke rumah cendekiawan seperti Prof Wan Mohd Nor Wan Daud.*/PAM

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:babibaratCASIScendekiawanCenter for Advanced Studies on IslamgenerasiGenerasi SingaPendidikanperadaban IslamProf WanScience and CivilisationWan Mohd Nor Wan Daudworldview
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sidang UNHRC Afrika Selatan Sebut Israel Hanya Negara Apartheid
Tulisan selanjutnya Lembaga Penanggulangan Bencana MUI Indonesia Terindikasi Tak Berdaulat Pangan jika Impor Beras

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Berita
11 Oktober 2026 23:14
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?