Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 12 Januari 2023 23:18 11:18 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 13 Januari 2023 05:01
Bagikan
Bendera LGBT AS
Bagikan

Hidayatullah.com — Partai Republik Amerika Serikat (AS) atau biasa disebut GOP pada pekan ini mengajukan UU yang akan melarang pengibaran bendera selain bendera Amerika di kedutaan dan perwakilan diplomatik.

Hal ini setelah pemerintahan Presiden Biden mengizinkan pengibaran bendera pelangi LGBT dan bendera Black Lives Matter di kedutaan-kedutaan AS.

Berjuluk Old Glory Only Act, UU yang diajukan politisi Republikan Jeff Duncan dari South Carolina tersebut bertujuan untuk menolak “politisasi” kedutaan AS oleh pemerintahan Biden.

“Bendera kita yang indah, Old Glory, harus menjadi satu-satunya bendera yang berkibar dan mewakili negara kita di pos-pos diplomatik dan konsuler kita di seluruh dunia,” kata Duncan pada pekan ini dilansir Foxnews pada Rabu (11/01).

Menurutnya, bendera Amerika adalah simbol nilai bersama AS dan tidak ada bendera yang lebih menggambarkan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Penting untuk memastikan Old Glory hanya diterbangkan di kedutaan Amerika untuk mewakili cita-cita kita di luar negeri,” katanya.

Seruan untuk mengibarkan bendera pelangi LGBT dimulai pada tahun 2014, di bawah pemerintahan Barrack Obama. Sejak itu, bendera LGBT telah berkibar di belasan kedutaan AS, termasuk di Rusia, Spanyol, Swedia dan Korea Selatan.

Sedangkan bendera Black Lives Matter telah dikibarkan di kedutaan AS di Brasil, Yunani, Spanyol, Bosnia, Kamboja dan Korea Selatan menurut kantor Duncan.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, kemudian melarang pengibaran bendera LGBT ini, tetapi keputusan itu dibatalkan di bawah pemerintahan Biden.

Pada April 2021, Sekretaris Negara Antony Blinken mengizinkan kedutaan dan konsulat untuk mengibarkan bendera pelangi LGBT.

Dia menyetujui perubahan itu tepat sebelum 17 Mei, Hari Internasional Melawan Homofobia dan Transfobia, dan mengatakan para pemimpin kedutaan dapat memutuskan apakah mengibarkan bendera kebanggaan “tepat mengingat kondisi setempat.”

Satu bulan kemudian, Blinken menunjukkan dukungan untuk mengizinkan kedutaan mengibarkan bendera Black Lives Matter pada peringatan kematian George Floyd.

Sebuah memo bocor dari Departemen Luar Negeri mengatakan “mendukung penggunaan istilah ‘Black Lives Matter,'” dan mengatakan itu memberi wewenang kepada pejabat untuk “menampilkan bendera BLM di tiang bendera yang menghadap ke luar kepada Kepala Misi mana pun yang menentukan tampilan seperti itu sesuai dengan kondisi setempat.”

Keputusan itu menimbulkan kritik dari Partai Republik bahwa mengibarkan apa pun selain bendera Amerika adalah pernyataan politik yang tidak boleh dibuat oleh kedutaan resmi AS.

Pada tahun 2021, politisi Republikan Nicole Malliotakis dari New York mengusulkan undang-undang serupa untuk melarang penggunaan bendera lain, dan mengatakan bahwa pemerintahan Biden mengizinkan pengibaran “bendera politik yang sama sekali tidak berafiliasi dengan pemerintah AS.”


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatbendera lgbtbendera pelangi lgbtblack lives matterKedutaan Besar AS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab
Tulisan selanjutnya Pemerintah Arab Saudi Tambah Kuota Beasiwa untuk Pelajar Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

Kajian
15 September 2026 13:13
Jubir Taliban Peringatkan Pakistan Supaya Tidak Melakukan Operasi Militer di Wilayah Afghanistan
Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih
Ms Rachel Gandakan Donasi Mackelmore untuk Palestina, Jadi 2 Juta Dolar AS
Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel

Terbaru

  • Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih
  • Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
  • Masjid Polisi Diserang Bom Mobil Saat Shalat Jumat di Khyber Pakhtunkhwa
  • Pengadilan Bangladesh Jatuhkan Hukuman Mati Atas Tujuh Pejabat Senior Era PM Hasina
  • Jubir Taliban Peringatkan Pakistan Supaya Tidak Melakukan Operasi Militer di Wilayah Afghanistan
  • Mantan Bos Tabung Haji Malaysia Terdakwa Korupsi, Keluarganya Diminta Serahkan Daftar Aset
  • Ledakan Terdengar di Riyadh, Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara
  • Dorong Tinggalkan Kebiasaan Scrolling, Singapura Beri Imbalan Warganya yang Baca Buku
  • Irlandia Boikot Eurovision untuk Kedua Kalinya, Soroti Situasi Kemanusiaan Gaza
  • Mantan Presiden Kosovo Dihukum Penjara 25 Tahun karena Kejahatan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Internasional

Richard Rufus Dulu Bintang Sepakbola Sekarang Tukang Tipu £15 Juta

12 Januari 2023 19:27
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?