Hidayatullah.com– Seorang tokoh Syiah menyalahkan para wanita tidak berhijab sebagai penyebab tidak turun hujan sehingga negara Iran mengalami kekeringan berkepanjangan.
Mohammad-Mehdi Hosseini Hamedani, wakil pemimpin Syiah tertinggi untuk wilayah kota Karaj yang juga imam shalat Jumat, mengatakan bahwa pelanggaran terhadap tabu berupa melepas atau tidak mengenakan kerudung, yang merupakan kewajiban di Iran, telah menyebabkan sedikitnya hujan yang turun di negeri itu, lapor situs berita Iran International hari Jumat (13/1/2023) seperti dilansir Alarabiya.
Iran mengalami kekurangan air yang parah di seluruh negeri dan menghadapi kekeringan terburuk kurun 50 tahun terakhir.
Krisis air berdampak pada kehidupan rumah tangga, pertanian, peternakan, pasokan listrik.
Hamedani menegaskan kembali bahwa kewajiban berhijab harus ditegakkan secara ketat dan menyebut mereka yang melepasnya sebagai “musuh” yang harus berhadapan dengan negara. Dia menyeru kepada aparat berwenang agar menindak toko dan pusat perbelanjaan yang melayani para wanita tidak berhijab dan menutup tempat-tempat usaha tersebut apabila tidak mengindahkan peringatan.
Pada tahun 2016 Yousef Tabatabai Nejad, wakil pemimpin Syiah tertinggi untuk wilayah Isfahan, mengatakan bahwa wanita tak berkerudung dan mereka yang berfoto “seperti orang-orang Eropa” adalah penyebab keringnya sungai yang melintasi kota itu, Zayandeh-Roud (Zayanderud). Apabila kebiasaan itu masih berlanjut maka sumber-sumber mata air juga akan kering.*