Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 Januari 2023 10:51 10:51 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 Januari 2023 10:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Komunitas Muslim-Turki di Trakia, Yunani bagian barat laut sedang dilanda perasaan waswas. Pasalnya mereka khawatir pihak berwenang Yunani ingin menghapus warisan dan peninggalan sejarah Utsmaniyah-Turki yang berasal dari abad ke-14 di wilayah itu.

Kekhawatiran itu berawal dari munculnya kecurigaan usai kotamadya Avdira, provinsi Xanthi berupaya membangun lapangan di atas pemakaman Muslim era Utsmaniyah pada tahun lalu. Rencana Yunani tersebut berhasil digagalkan setelah menjadi perhatian internasional.

“Yunani melakukan segala yang bisa untuk menghapus semua jejak sejarah Ottoman, baik itu pemandian, masjid, madrasah atau kuburan, di seluruh negeri dan di Trakia Barat,” kata seorang mufti (ulama Muslim) dari komunitas di Xanthi.

Berbicara kepada Anadolu Agency (AA) pada hari Rabu, Burhan Baran, seorang wakil dari partai oposisi sayap kiri PASOK, mengatakan masyarakat memilih anggota dewan pengawas yang akan bertanggung jawab untuk mengikuti kasus tersebut, tetapi otoritas Yunani belum menyetujui prosesnya.

“Wajar untuk curiga tentang alasan di balik ini,” kata Baran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

Dia menceritakan bahwa masyarakat mengimbau dewan kota untuk membersihkan batu nisan era Utsmaniyah yang tersebar di antara pepohonan di daerah yang dulunya adalah hutan.

“Mereka memberi kami alat dan kami menugaskan dua imam kami untuk menemukan dan melihat batu nisan. Setelah kami memahami bahwa tidak mungkin untuk membersihkan area tersebut karena situs tersebut sangat kuno, kami meminta pemerintah kota untuk menghentikan pekerjaan, berharap dapat membersihkan dengan bantuan dari warga setempat, ”ungkap Baran.

Saat masih dalam pembicaraan, walikota Bulustra tiba-tiba meminta dewan kota untuk menyetujui pembangunan lapangan sepak bola dan taman, katanya.

Komunitas tersebut kemudian mengajukan petisi kepada otoritas Yunani yang kompeten, termasuk dari kementerian pendidikan dan urusan agama, dan akibatnya berhasil menghentikan rencana pemerintah kota atas pemakaman tersebut.

“Yang saya inginkan adalah menjaga makam yang merupakan peninggalan sejarah ini, salah satu elemen pemersatu kita,” tegasnya.

Cengiz Ömer, seorang jurnalis lokal, berpendapat bahwa upaya pemerintah kota adalah bagian dari rencana yang lebih besar untuk memusnahkan properti dan perkebunan milik yayasan komunitas minoritas.

Walikota Bulustra yang berusaha membangun lapangan sepak bola di atas kuburan dikenal karena sentimen anti-Turki, tambahnya.

Secara keseluruhan, kata Ömer, itu adalah rencana niat buruk yang bertujuan untuk menghapus warisan ratusan tahun kehadiran Turki-Utsmaniyah di wilayah tersebut.

Wilayah Trakia Barat dekat perbatasan timur laut Yunani dengan Turki adalah rumah bagi populasi minoritas sekitar 150.000 Muslim Turki.

Hak-hak komunitas ini dijamin di bawah Perjanjian Lausanne tahun 1923, tetapi situasinya terus memburuk bagi orang-orang Turki Trakia Barat.

Melihat kehadiran komunitas sebagai “sandera” dari hubungannya dengan Turki, pemerintah Yunani telah melakukan banyak pelanggaran kewajibannya dan putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECtHR) selama bertahun-tahun. Misalnya, menutup sekolah dan masjid, melarang penggunaan istilah “Turki” atau “Turkik” atas nama sekolah dan yayasan mereka, dan melarang mereka memilih perwakilan agama mereka.

Pada tahun 2022 saja, Yunani menutup empat sekolah, memblokir pemilihan pemimpin agama setempat, dan mencegah masyarakat melakukan shalat Idul Fitri di tempat umum.

Turki telah lama mengkritik Yunani karena merampas hak dan kebebasan dasar komunitas mereka. Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyerukan agar dunia Islam “tidak lagi menjadi penonton” penganiayaan terhadap minoritas Turki dan populasi Muslim di negara itu, tetapi tampaknya tidak berhasil.*


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslim di Trakia BaratMuslim YunaniOttomanTrakia BaratUtsmaniyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Tulisan selanjutnya Kemensos akan Tertibkan Fenomena “Ngemis Online” di TikTok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

Lentera Hidup
30 Juni 2026 10:26
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Internasional

Richard Rufus Dulu Bintang Sepakbola Sekarang Tukang Tipu £15 Juta

12 Januari 2023 19:27
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?