Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM dan Pemerintah Mali Mengundurkan Diri Akibat Kemarahan Rakyat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 April 2019 10:19 10:19 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 April 2019 10:19
Bagikan
PM Mali Soumeylou Boubeye Maiga.
Bagikan

Hidayatullah.com—Rakyat Mali menunggu pemerintahan baru setelah perdana menteri dan jajarannya mengundurkan diri hari Kamis (18/4/2019) menyusul kemarahan publik, akibat kesalahan pemerintah dalam menangani konflik di bagian tengah Mali sehingga 160 orang tewas.

“Seorang perdana menteri akan segera ditunjuk dan pemerintah baru akan dibentuk setelah konsultasi dengan seluruh kekuatan politik,” bunyi pernyataan yang dirilis kantor Presiden Ibrahim Boubakar Keita seperti dilansir RFI.

Keita menerima pengunduran diri PM Soumeylou Boubeye Maiga hari Kamis setelah anggota parlemen dari partai penguasa maupun oposisi mengusulkan mosi tidak percaya untuk PM itu hari Rabu.

Tindakan itu diambil menyusul kekerasan dan pembantaian di daerah Mopti pada 23 Maret, di mana 160 orang di Ogossagou, desa dekat perbatasan dengan Burkina Faso, terbunuh.

Orang-orang suku Dogon, komunitas pemburu dan petani, dituding melakukan pembunuhan. Mereka kerap bertengkar dengan suku nomaden Fulani memperebutkan akses lahan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Suku Fulani dianggap sebagai pendukung da’i garis keras Amadou Koufa, sementara suku Dogon membentuk kelompok bersenjata guna melindungi komunitas mereka.

Setelah terjadi pembantaian itu, kelompok-kelompok bersenjata yang ada diperintahkan untuk dibubarkan.

Keita pergi ke desa tersebut usai peristiwa tersebut, dan menegaskan bahwa dia akan menegakkan keamanan dan hukum.

Akan tetapi, puluhan ribu rakyat Mali kemudian turun ke jalan-jalan di ibukota Bamako pada 5 April. Mereka memprotes pemerintah yang dianggap tidak becus mengatasi konflik.

Hari Selasa lalu, Keita mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa “dirinya mendengar kemarahan rakyat.”

Pembantaian bulan Maret itu merupakan yang terburuk sejak intervensi militer tahun 2013, ketika pasukan Prancis menyerbu daerah Mopti untuk membasmi kelompok bersenjata yang dituding berafiliasi dengan Al-Qaeda.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TKD Klaim Jokowi Unggul, BPD Prabowo Sumut: Tunjukkan Daerah Mana?
Tulisan selanjutnya Anggota Marinir Amerika “Perampok” Kedubes Korut di Spanyol Ditangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?