Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Saat Nasihat Begitu Dekat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Desember 2019 16:43 4:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Desember 2019 16:43
Bagikan
Bagikan

TERKADANG diri ini terbuai oleh kehidupan dunia, rutinitas kerja, hingga obsesi hidup yang bersifat materi, mulai dari karir hingga income. Dalam situasi begitu orang umumnya tidak begitu terkesan dengan nasihat, sekalipun akalnya mengatakan setuju.

Dalam dirinya adalah gambaran betapa indah saat dirinya menggenggam sejumlah uang, duduk di posisis tinggi, dan merayakan kebahagiaan hari demi hari bersama anak dan istri. Itulah fokus yang mengundang dirinya terus punya energi mengisi hari demi hari dalam kehidupan.

Namun, manusia hanyalah makhluk, yang secara hakikat lemah tak berdaya. Sewaktu-waktu, bahkan secara tiba-tiba sesuatu yang tak terbayang langsung melanda. Itulah yang ditemukan seorang pria muda yang secara tiba-tiba harus memegang dan ikut proses menyiram rambut jenazah yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.

Sembari meremas-remas kepala dari jenazah itu hadir dalam lubuk hatinya kesadaran. “Ya Allah kemarin ia bersama saya, sehat-sehat dan kini telah tiada. Aku pun bisa mengalami hal seperti ini. Ya Allah ampuni hamba-Mu,” bibirnya perlahan bergerak seiring dengan kelopak mata yang tak lagi mampu menahan genangan air mata.

Sadarlah ia bahwa sejatinya hidup adalah soal amal perbuatan, niat yang lurus, serta ikhlas di dalam melakukan kebaikan-kebaikan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ia pun terbayang akan hidup sang anak yang masih kecil. Bertambah deraslah air mata membasahi kedua pipinya. Pada saat yang sama, tangannya masih harus mengeramasi rambut jenazah temannya.

Sejak itu, seperti almarhum sahabatnya yang dikenal punya dedikasi tinggi dalam dakwah dan pendidikan generasi bangsa, ia bertekad untuk mengisi hidupnya dengan kebaikan demi kebaikan. Kematian sang sahabat benar-benar menjadi pembuka lembaran baru kehidupannya untuk lebih beriman dan bertaqwa kepada-Nya.

Baca: Kisah Meninggalnya Hafizh yang Telah Lama Siapkan Kain Kafan

Inti Kehidupan

“Dia (Allah) yang telah menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun“. (QS Al-Mulk [67]: 2).

Banyak manusia lalai, bangga dengan capaian hidupnya, dengan posisinya, gajinya, jaringan dan pengaruhnya dalam kehidupan sosialnya. Lupa bahwa semua itu tidak lain adalah ujian, yang jika salah digunakan hanya akan membawa derita di masa depan.

Sebaliknya, tidak sedikit manusia yang terus merasa kurang karena belum memiliki ini, tidak punya itu dan lain sebagainya, sehingga hari demi hari diisi oleh halusinasi, ilusi, dan mimpi-mimpi belaka. Ia tidak pernah punya semangat, lesu, lemah, loyo dan tidak bergairah dalam ibadah. Jika ditanya keadaannya maka kalimat pertama hingga akhir isinya adalah keluhan dan keluhan.

Orang seperti itu juga tidak sadar bahwa apa yang dialami adalah bagian dari ujian dari-Nya yang mesti disikapi secara benar, yakni dengan syukur dan mujahadah dalam mendapatkan karunia-Nya.

Oleh karena itu, kala Rasulullah ﷺ ditanya siapa orang yang cerdas, beliau ﷺ menjawab bukan orang yang kaya atau miskin, melainkan yang paling sering menyiapkan hari kematian.

“Orang beriman manakah yang paling berakal ?” Beliau menjawab, “Yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah yang berakal.” (HR. Ibnu Majah).

Jika demikian adanya, maka buat apa seseorang minder hanya karena belum memiliki rumah, mobil, atau apapun juga yang sifatnya materi. Pada saat yang sama atas dasar apa seseorang berhak menyombongkan diri hanya karena rumah megah dan kendaraan mewah yang dimilikinya, bukankah semua itu tidak bernilai kecuali untuk menolong agama Allah.

Jadi, mari kuatkan iman, pandanglah kehidupan ini sebagaimana Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk memandangnya.

Insya Allah sikap tersebut akan menjadikan hati kita mudah menerima nasihat, menjalankan kebenaran. Di saat yang sama juga tidak sulit mengikis kesombongan, kejahilan, sehingga terus berusaha menjadi manusia yang dekat dengan nasihat (agama Islam). Allahu a’lam.*

Imam Nawawi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AjalakhirathidupImanKematiannasihat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Gangster Asal Kanada Akan Hadiri Reuni 212
Tulisan selanjutnya Penunggang Kuda dan Scooterist Siap Hadiri Reuni 212

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?