Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Peneliti UI Kembangkan Senyawa Propolis untuk Pengobatan Virus Corona

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Maret 2020 08:16 8:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Maret 2020 08:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Senyawa propolis asli Indonesia yang dihasilkan oleh lebah Tetragonula biroi aff, saat ini sedang dikembangkan sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran virus corona (covid-19).

Pengembangan tersebut dilakukan oleh Muhamad Sahlan, salah seorang peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).

Dekan FTUI Hendri D.S. Budiono menuturkan kekinian penelitian yang dilakukan oleh Sahlan dan timnya sedang pada tahap mengenali senyawa-senyawa yang potensial untuk dikembangkan sebagai obat virus corona. Tahapan selanjutnya yaitu pengoptimasian senyawa-senyawa tersebut sebelum dilakukan uji klinis dan pengembangan obat.

Menurut Sahlan, komposisi propolis tidak selalu sama di seluruh dunia. Pada penelitian ini, senyawa propolis berasal dari lebah Tetragonula biroi aff.

Perlu dipahami bahwa propolis mempunyai karakteristik berbeda, tergantung pada sumber tanaman dan lokasinya. Perbedaan sumber tanaman, lokasi, serta proses penelitiannya akan membedakan pula senyawa-senyawa propolis yang dihasilkan.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

Propolis yang sedang dikembangkan itu terbukti mempunyai komponen penghambat alami yang bisa digunakan untuk menghasilkan obat dengan efek negatif minimal, baik terhadap tubuh manusia maupun sumber daya alam yang tersedia.

Saat ini, sejumlah negara sedang mengembangkan obat dan vaksin untuk virus corona. Di antaranya adalah China, negara sumber covid-19 itu. China mengembangkan obat berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Prof Yang dari Shanghai Tech University pada Januari 2020.

Dalam penelitiannya, Prof Yang berhasil memetakan struktur protein virus corona dimana ditemukan bahwa virus corona harus menempel pada sel hidup (dalam hal ini paru-paru manusia) sebelum menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup tersebut untuk berkembang biak. Guna memutus aktivitas ini, dikembangkan senyawa kimia penghambat bernama N3 sebagai alternatif obat untuk covid-19.

Budiono mengatakan, tentu saja penelitian Sahlan dan timnya itu belum masuk ke dalam tahapan klinis, karena Indonesia sendiri baru mengumumkan pasien positif corona pada Senin (02/03/2020) yang lalu.

Akan tetapi hasil penelitian peneliti UI ini dinilai tentu sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi alternatif obat dari Indonesia untuk menyembuhkan maupun mengurangi perkembangan virus corona. “Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke negara lain,” katanya kutip RRI.co.id pada Rabu (04/03/2020).

Sahlan mengaku, yang menarik baginya adalah propolis yang dia teliti itu mempunyai sifat menghambat proses menempelnya virus terhadap sel manusia yang mirip dengan senyawa N3.

“Dengan memakai struktur model covid-19 yang ada, senyawa-senyawa propolis diujikan untuk melihat apakah bisa membentuk ikatan pada virus covid-19 jika dibandingkan dengan ikatan senyawa N3,” ujar pria yang telah sembilan tahun meneliti tentang propolis ini.

Hasil pengujian memperlihatkan bahwa 3 dari 9 senyawa yang ada di propolis asli Indonesia mempunyai kekuatan menempel yang cukup baik pada virus covid-19. Jika senyawa N3 punya nilai -8, senyawa Sulawesins a punya nilai -7.9, Sulawesins b (-7.6), dan deoxypodophyllotoxin (-7.5).

“Jadi, semakin negatif nilai yang dimiliki menunjukkan semakin besar kemampuan senyawa menempel pada virus covid-19,” ujarnya, dimana hal ini membuat virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia untuk kemudian berkembang biak.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19FTUIpenelitianpropolisTetragonula biroi affUIvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DMI Imbau Pengurus Masjid/Mushalla Tanggap Sikapi Corona
Tulisan selanjutnya Wamenag Wamenag Imbau Ormas-Tokoh Agama Tenangkan Masyarakat soal Corona

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?