Hidayatullah.com– Teknologi kecerdasan buatan untuk umum yang dikembangkan oleh Google, Gemini AI, bisa melakukan serangan sistem ke sejumlah sistem dengan cara menebak kata sandi, kata perusahaan berbasis di Amerika Serikat itu dalam sebuah pernyataan kepada AFP.
Peretasan tersebut, yang pertama kali dikabarkan oleh The Wall Street Journal, terjadi pada bulan Mei dan ditemukan oleh Google pad bulan Juli.
“Dalam sebuah evaluasi standar, model AI itu menemukan informasi publik daring dan menebak-nebak kata sandi untuk dapat mengakses situs-situs web tersebut melalui beberapa kali percobaan,” kata Heather Adkins, wakil presiden Google bidang rekayasa keamanan, dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada AFP (19/9/2026).
“Pada semua tiga keadaan itu, model AI tersebut berhenti,” imbuh Adkins, tanpa menyebutkan nama-nama organisasi pemilik website yang diretas oleh Gemini AI.
“Kami pastikan ketiga entitas itu mendapatkan pemberitahuan, dan kami bekerja sama dengan para mitra pelatihan kami untuk melakukan perubahan pada testing process yang mereka lakukan.”
Pada bulan Juli, dua model OpenAI “kabur” dari lingkungan tertutup di mana seharusnya mereka berada. Kedua model itu menerobos jaringan internet secara mandiri dan menyusup masuk ke sistem-sistem internal platform AI milik Hugging Face.
Insiden itu menambah kekhawatiran terhadap AI karena raksasa-raksasa teknologi tidak dapat mengontrol penuh model yang mereka ciptakan sendiri, karena kejadian serupa dilaporkan juga dilakukan oleh model-model AI yang dikembangkan Anthropic dan besutan China Moonshot AI.
“Kejadian-kejadian ini menyoroti pentingnya pelatihan bagi model-model AI yang perkasa untuk bertindak secara bertanggung jawab,” tegas Adkins.*




