Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sebanyak 50 Juta Masker yang Dipesan Inggris untuk Nakes Tidak akan Dipakai karena Alasan Keselamatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2020 19:13 7:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Agustus 2020 19:13
Bagikan
masker gereja
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Inggris hari Kamis (6/8/2020) mengungkap bahwa 50 juta helai masker yang dipesannya untuk National Health Service (NHS) dalam rangka penanggulangan Covid-19 tidak akan dipakai karena alasan keselamatan.

Pengumuman itu disampaikan setelah Good Law Project dan EveryDoctor melayangkan gugatan hukum terhadap pemerintah soal pemberian kontrak senilai $252 juta untuk pengadaan masker kepada Ayanda Capital, sebuah perusahaan milik keluarga yang bergerak di bidang usaha perdagangan mata uang, property di luar negeri, ekuitas swasta dan pendanaan perdagangan.

Menurut kedua organisasi tersebut, kontrak itu saat ini merupakan yang terbesar yang diberikan oleh pemerintah Inggris untuk pengadaan alat perlindungan diri bagi tenaga kesehatan. Mereka mengungkap kesepakatan itu diatur oleh Andrew Mills, seorang penasihat untuk Departemen Perdagangan Internasional yang juga merupakan penasihat Ayanda Capital, lansir Euronews.

Masker FPP2 sebanyak 50 juta helai yang dikirim oleh Ayanda Capital ditarik karena maskernya memiliki model tali yang melingkar di telinga dan bukan di kepala. Model masker dengan tali yang disangkutkan di telinga dinilai kurang memenuhi standar keselamatan apabila dipergunakan oleh tenaga medis.

Pihak Ayanda Capital membela diri dengan mengatakan bahwa pemerintah hanya memesan model masker seperti yang telah dikirimnya dan tidak memesan masker jenis lain.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Good Law Project memperkirakan uang yang dihabiskan pemerintah untuk membeli masker itu sekitar £156 juta sampai £177 juta.

Kecuali pemerintah dapat menemukan peruntukan lain masker tersebut atau menjualnya kembali, uang rakyat sebanyak itu sudah dibuang percuma, kata Good Law Project.

Pemerintah mengatakan kepada kedua organisasi itu bahwa 150 juta helai masker lainnya yang dikirim Ayanda Capital “tidak terdampak” tetapi uji coba lebih lanjut akan dilakukan sebelum jutaan masker tersebut dibagikan ke NHS, otoritas kesehatan publik di Inggris.

Oposisi utama Partai Buruh menyeru agar National Audit Office, pengawas belanja pemerintah, menyelidiki dugaan ketidakberesan dalam pemberian kontrak pengadaan alat perlindungan diri bagi nakes tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrismasker
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengungsi Palestina menghadapi ‘Nakba Baru’ di Suriah
Tulisan selanjutnya Tiga Juta Lebih Pekerja Kesehatan di India Mogok Kerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Berita
19 Oktober 2026 21:48
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?