Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

5.600 Pendaftar Kompetisi Myres 2020, Tradisi Riset Madrasah Menggeliat

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 28 September 2020 12:31 12:31 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 28 September 2020 12:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Tradisi riset di madrasah terus menggeliat. Hal ini dinilai oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Ahmad Umar, melihat ramainya peminat Madrasah Young Researcher Super Camp (Myres) 2020.

Menurut Umar, kompetisi Myres sejak awal memang didesain antara lain bertujuan untuk menumbuhkan budaya meneliti di kalangan murid madrasah. Selain itu, Myres bertujuan mengembangkan potensi intelektual murid madrasah, sekaligus mendorong pencapaian hasil penelitian mereka yang orisinal, berkualitas, dan kompetitif.

Penelitian di bidang Ilmu Keagamaan, lanjut Umar, difokuskan pada riset tentang pemikiran, sikap, perilaku, pranata/tradisi keagamaan, dan pengajaran Islam. Bidang ini antara lain penelitian tentang Al-Qur’an, Hadits, Tafsir, Fiqih, Ilmu Kalam, Sejarah Kebudayaan Islam, integrasi keilmuan Islam, dan lainnya

Untuk Ilmu Sosial dan Humaniora, penelitian yang dilakukan terkait kajian fundamental dan/atau terapan berkenaan ilmu-ilmu sosial dan humaniora, baik ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi, seni budaya, bahasa dan sastra, sejarah, geografi, pendidikan, dan lainnya.

Adapun untuk bidang Ilmu Matematika, Sains, dan Pengembangan Teknologi, penelitiannya tentang kemampuan menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan ilmu matematika, eksplorasi alam semesta, modifikasi, inovasi dan teknologi, atau aplikasi dari ilmu pengetahuan alam untuk menemukan solusi dalam memenuhi kebutuhan manusia. Ini misalnya penelitian tentang aljabar, trigonometri, statistika, lingkungan, mikrobiologi, zoologi, geofisika, biokimia, bioteknologi, dan lainnya.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

“Saat ini akan dilakukan penilaian atas ribuan naskah proposal yang masuk. Hasil penilaian proposal akan diumumkan pada 6 Oktober 2020 melalui web Kemenag,” kata Umar di Jakarta, Senin (28/09/2020).

Disebutkan dalam keterangan resminya, Myres 2020 ditutup pada 25 September 2020 dengan total ada 5.600 proposal yang didaftarkan. “Ada lonjakan pendaftar yang signifikan pada Myres 2020, mencapai 5.600 pendaftar,” kata Umar.

Jumlah ini terdiri atas 3.460 pendaftar dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 2.140 jenjang Madrasah Aliyah (MA). Ada tiga bidang yang dilombakan di tiap jenjang, yaitu: riset Matematika, Sains, dan Pengembangan Teknologi (MTs 1.383 pendaftar, MA 859 pendaftar), riset Ilmu Sosial dan Humaniora (MTs 1.387 pendaftar, MA 846 pendaftar), dan riset Ilmu Keagamaan (MTs 690 pendaftar, MA 435 pendaftar).

Umar mengatakan, Myres kali pertama digelar tahun 2018. Saat itu, proposal yang masuk hanya 666 naskah. Tahun 2019, jumlahnya meningkat menjadi 1.018 proposal, 215 MTs dan 803 MA.

“Tahun 2020 naik signifikan. Ini menunjukkan tradisi riset di madrasah terus bergeliat, bahkan sejak tsanawiyah,” tegasnya.

Lima provinsi dengan pendaftar terbanyak adalah Jawa Timur (1.058), Jawa Tengah (787), Jawa Barat (774), Sumatera Barat (367), dan DI Yogyakarya (314). Adapun tiga provinsi dengan pendaftar paling sedikit adalah Papua (6), Kalimantan Utara (9), dan Maluku (16).

Kasubdit Kesiswaan KSKK Madrasah Nanik menambahkan, dari ribuan yang mendaftar, akan dipilih 54 proposal terbaik, MTs 27 Proposal, MA 27 Proposal. Artinya, pada tiap bidang, ada 9 proposal yang akan dipilih.

“54 proposal terpilih akan mengikuti pendalaman secara online. Mereka akan melakukan penelitian selama 4 Minggu, 7-28 Oktober 2020,” jelas Nanik. “Di sela penelitian, panitia juga memberi kesempatan pendalaman materi pada rentang 13-23 Oktober 2020.”

Hasil penelitian lapangan, jelasnya, harus sudah dikirim ke panitia pafa 28-30 Oktober. Hasil tersebut dikirim dalam bentuk naskah dan video profil penelitian. Kemudian, pada 10 November akan dipilih di setiap bidang 6 proposal terbaik sebagai finalis Myres 2020.

Presentasi online para finalis akan dilaksanakan pada 16-17 November 2020. Pengumuman dan pemberian penghargaan, 19 November 2020..

“Panitia telah siapkan apresiasi menarik, termasuk memberi kebebasan bagi para juara untuk memilih MA atau PTKIN untuk melanjutkan pendidikan,” kata Nanik.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KemenagmadrasahMyresMyres 2020Riset
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konvoi Pemerintah Nigeria Disergap Kelompok Bersenjata, 18 Tewas
Tulisan selanjutnya 3 Prinsip Presiden IIBF Bertahan di Saat Krisis: Kekuatan Konsumsi, Komunitas, Digital

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?