Hidayatullah.com–Inilah kisah keistimewaan mendidik anak perempuan. Seorang pria tinggi besar mengantar putrinya ke pesantren. “Ustadz, kedatangan saya ini ingin mendaftarkan putri saya di sini.” Katanya.
“Alhamdulillah, insyaallah kami terima. Kalau boleh tahu, apa alasan Bapak mendaftarkan ke pesantren?” tanya pengasuh.
“Begini Ustadz, saya ini sering tugas keluar kota. Saya melihat remaja atau pemuda-pemudi pacaran di mana-mana. Saya selalu langsung teringat putri saya dan saya tidak mau putri saya dipacari seperti itu,” kata pria itu sambil berkaca-kaca.
“Maaf, Bapak sepertinya pria yang tegas, disiplin, dan disegani, kok masih khawatir dengan putrinya?” tanya sang pengasuh lagi.
“Mendidik anak perempuan itu tidak cukup hanya tegas atau disiplin, apalagi zaman teknologi sekarang ini,” jawab pria itu sambil menghela nafas.
Iya, benar. Mendidik anak perempuan itu sangat berat. Saking beratnya Rasulullah SAW menjanjikan tiket surga bagi orangtua yang bisa bersabar dan berhasil mendidik anak perempuannya.
Rasulullah SAW menyebut secara spesifik anak perempuan dalam beberapa hadist. Di antaranya Hadits dari ‘Aisyah RA, yang artinya:
“Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu aku berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim 2629).
Lantas apa bedanya mendidik anak perempuan dan anak laki-laki dan apa keistimewaannya? Kelanjutannya silakan klik di sini