Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Islamisasi Tanah Melayu bukan Arabisasi

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Mei 2014 22:33 10:33 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Mei 2014 18:14
Bagikan
Prof. Wan Mohd Wan Daud: Bangsa Melayu harus bersatu
Bagikan

Hidayatullah.com–Para pendakwah yang datang ke tanah Melayu lebih memilih bahasa Melayu sebagai bahasa Islam.  Ini dikarenakan bahasa Melayu di masa dahulu masih kosong dari mitos-mitos dan worldview Hindu-Budha. Demikian dijelaskan oleh Prof. Wan Mohd Wan Daud.

Direktur Centre for Advanced Studies on Islam, Science and Civilization (CASIS) Malaysia, menjelaskan bahwa bahasa Melayu yang masih ‘kosong’ itu kemudian diislamisasi dengan dimasuki unsur-unsur worldview Islam melalui istilah-istilah.

“Bahasa Melayu dulu bukan bahasa unggul, hanya bahasa pesisir, bahasa pinggiran. Sedangkan bahasa Jawa merupakan bahasa unggul yang mengandung unsur worldview Budha”, ujarnya kepada hidayatullah.com dan inpasonline.com saat berkunjung ke rumahnya.

Atas alasan itu, menurut Profesor pakar filsafat pendidikan ini, para pendakwah memilihnya sebagai wasilah penting untuk mengubah pandangan hidup orang-orang Melayu Nusantara.

Selain itu Islamisasi dilakukan dengan mengadaptasi dengan bahasa lokal. Bukan mengubah menjadi Arab semua.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kita bukan menolak semua, juga bukan menerima semua,” tegasnya.

Sebab, katanya, Islamisasi itu bukan gerakan ‘anti’ tapi memilih mana yang sesuai dengan pandangan hidup Islam dan mana yang tidak.

“Memang, Islamisasi melibatkan kata-kata kunci  bahasa Arab, seperti Allah, Rasul, dan Malaikat, Kitab. Tapi Islamisasi juga menggunakan kata-kata pra-Islamic dengan makna baru,” kata Prof. Wan di Kuala Lumpur.

Istilah-istilah pra-Islamic yang diislamkan maknanya diantaranya adalah kata “Tuhan”, “dosa”, “surga”, “neraka”, “budhi” dan lain-lain.

“Islamisasi adalah mengubah kata-kata pra-islamic dengan makna worldview Islam,” tambahnya.

“Karena itu, bahasa Melayu sebenarnya mengandung worldview Islam”.

Selain itu, Prof. Wan Mohd menyampaikan pesan bahwa bangsa Melayu, baik Indonesia dan Malaysia harus bersatu, karena dua negeri ini lahir dari satu rumpun.

“Kita satu bangsa, jika Melayu lemah, Islam kalah,” ujarnya.

Ia mengaku sedih jika ada orang-orang Melayu sendiri yang saling hujat dan memusuhi.  Karena itu a menganjurkan agar antara Indonesia dan Malaysia berhubungan  lebih erat.

“Indonesia adalah abang kita. Penting sekali kita mempelajari sejarah,” tambahnya sembari menasehati agar tidak ada caci-maki sesama bangsa Melayu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:budhaHinduworldview
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Assassin: Pemburu Maut dari Lembah Alamut (2)
Tulisan selanjutnya MK Kabulkan Gugatan Muhammadiyah terkait Rumah Sakit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Berita
13 Oktober 2026 17:01
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?