Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Portugal Harus Minta Maaf Terlibat Dalam Perdagangan Budak di Masa Lampau

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 April 2023 12:36 12:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 April 2023 12:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa mengatakan negaranya harus meminta maaf dan bertanggung jawab atas keterlibatannya dalam perdagangan budak transatlantik di masa lampau.

Dari abad ke-15 sampai ke-19, enam juta orang Afrika diculik dan secara paksa diangkut menyeberangi Samudera Atlantik dengan kapal-kapal Portugis dan dijual sebagai budak, kebanyakan di Brazil.

Di era kolonial negara itu – yang negara taklukannya termasuk Angola, Mozambik, Brazil, Tanjung Verde dan Timor Timur serta sebagian India – budak sering dianggap sebagai sumber kebanggaan oleh kebanyakan orang Portugis.

Berbicara dalam peringatan 1974 Carnation Revolution yang menumbangkan pemerintah diktator Portugal, hari Selasa (25/4/2023), Rebelo de Sousa mengatakan negaranya seharusnya tidak hanya meminta maaf tetapi juga berbuat lebih dari itu, meskipun dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Meminta maaf terkadang merupakan hal paling mudah untuk dilakukan: Anda meminta maaf, kemudian membalikkan badan, selesai,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa negaranya harus “bertanggung jawab” atas apa yang telah dilakukannya di masa lalu guna membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga

Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031
‘Israel’ Tetap Ikut Eurovision, Belanda Kembali Pilih Boikot

Rebelo de Sousa membuat pernyataan itu setelah Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva, yang berada di negara itu dalam rangkaian kunjungan perdananya ke Eropa sejak terpilih sebagai presiden, menyampaikan pidatonya di parlemen Portugal. Brazil memperoleh kemerdekaan dari Portugal pada tahun 1822.

Robelo de Sousa mengatakan penjajahan Brasil juga memiliki sisi positif, seperti penyebaran bahasa dan budaya Portugis.

“[Tapi] sisi buruknya, eksploitasi masyarakat suku asli… perbudakan, pengorbanan kepentingan Brazil dan rakyat Brazil,” imbuhnya.

Kelompok hak asasi manusia terkemuka Eropa sebelumnya mengatakan Portugal harus berbuat lebih banyak untuk menghadapi masa lalu kolonialnya dan perannya dalam perdagangan budak transatlantik untuk membantu memerangi rasisme dan diskriminasi yang merebak saat ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:perdagangan budakPortugal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peneliti BRIN Thomas  Djamaluddin Meminta Maaf: Saya Tidak Benci Muhammadiyah
Tulisan selanjutnya Jual Rokok ke Korea Utara British American Tobacco Didenda $635 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

BMIWI Gelar Seminar Kemerdekaan, Angkat Isu Ketahanan Keluarga dan Solidaritas Palestina-Sudan
Berita

BMIWI Gelar Seminar Kemerdekaan, Angkat Isu Ketahanan Keluarga dan Solidaritas Palestina-Sudan

Berita
21 Agustus 2026 08:28
Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Benjamin Netanyahu
Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat
Amerika Serikat Setujui Penjualan Pesawat Pengisi Bahan Bakar Bernilai $4,5 Miliar ke Qatar

Terbaru

  • Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
  • Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
  • Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
  • Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031
  • ‘Israel’ Tetap Ikut Eurovision, Belanda Kembali Pilih Boikot
  • “Saya Menyebarkan Berita Palsu,” aku Pejabat Komunikasi ‘Israel’
  • ‘Israel’ Cemas, Rudal Hipersonik Baru Turki Dinilai Jadi Ancaman Zionis
  • Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
  • Operasi Penikaman Berhasil Lukai Warga ‘Israel’, Hamas: Itu Respon atas Kejahatan Zionis
  • MUI Soroti Pemblokiran Rekening Aktivis, Ingatkan Ancaman Penarikan Dana Massal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

“Saya Menyebarkan Berita Palsu,” aku Pejabat Komunikasi ‘Israel’

25 Agustus 2026 20:46
Berita

‘Israel’ Cemas, Rudal Hipersonik Baru Turki Dinilai Jadi Ancaman Zionis

25 Agustus 2026 19:58
Berita

Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri

25 Agustus 2026 18:44
Berita

Operasi Penikaman Berhasil Lukai Warga ‘Israel’, Hamas: Itu Respon atas Kejahatan Zionis

25 Agustus 2026 18:40
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?