Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

1000 Tempat Sholat di Italia Terancam Ditutup Jika UU Ini Disahkan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 Juni 2023 23:22 11:22 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 27 Juni 2023 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Seribuan tempat sholat terancam ditutup lewat sebuah rancangan undang-undang (RUU) kontroversial yang diajukan koalisi partai kanan ekstrem di Italia.

Daftar isi
  • Tidak Ada Pilihan Lain
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Politisi oposisi juga menentang RUU yang mereka yakini tidak konstitusional dan merupakan bentuk “diskriminasi yang tidak dapat diterima”.

Disampaikan oleh Perdana Menteri Giorgia Meloni dari partai Brothers of Italy, RUU tersebut akan menargetkan ruang sholat yang tidak ada di masjid atau yang tidak pernah mendapat persetujuan resmi untuk digunakan untuk beribadah, seperti tempat berbagai organisasi budaya Muslim.

“Itu tidak masuk akal. Itu akan bertentangan dengan kebebasan menjalankan agama, ketika negara seharusnya menciptakan kondisi yang memungkinkan orang untuk menggunakan hak mereka untuk menjalankan agama apa pun,” kata Yassine Lafram, presiden Persatuan Komunitas dan Organisasi Islam di Italia (UCOII).

Menurut laporan UCOII yang diterbitkan pada tahun 2017, terdapat 1.217 ruang sholat Muslim di Italia saat itu.

Baca Juga

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Hanya enam di antaranya yang resmi menjadi masjid – dan dapat dikenali karena fitur arsitektural yang khas seperti menara – dan kira-kira 50 lainnya diizinkan untuk digunakan untuk beribadah.

Sisanya diklasifikasikan terutama sebagai asosiasi budaya tetapi juga digunakan sebagai ruang sholat, dengan sebagian besar didirikan di garasi, gudang, apartemen, dan ruang bawah tanah, menurut laporan UCOII.

RUU yang bertujuan untuk membatasi tempat-tempat ini memiliki ketentuan yang memungkinkan sholat di sana hanya jika kegiatan keagamaan tersebut diatur oleh kesepakatan dengan negara Italia.

Didesain sedemikian rupa, RUU tersebut terutama akan mempengaruhi komunitas Muslim Italia, karena merupakan kelompok agama terbesar di negara yang tidak memiliki kesepakatan semacam itu dengan pemerintah.

Tidak Ada Pilihan Lain

Para ahli mengatakan memperoleh izin untuk menggunakan bangunan sebagai tempat ibadah selalu menjadi proses yang sangat panjang, rumit, dan mahal di Italia.

Upaya untuk membangun masjid sering ditanggapi dengan permusuhan oleh otoritas lokal dan penduduk, yang telah menyebabkan beberapa proyek di seluruh negeri dalam ketidakpastian birokrasi.

Inilah sebabnya mengapa umat Islam di Italia terpaksa membuka pusat budaya semacam itu dan menggunakannya sebagai ruang sholat, menurut para pemimpin agama dan pakar.

“Memang benar mereka menggunakan escamotage ini, seperti yang dikatakan rancangan undang-undang,” kata Fabrizio Ciocca, seorang peneliti di Universitas La Sapienza Roma.

“Tapi Anda harus memberikan alternatif yang kredibel bagi komunitas Muslim jika Anda menutup semua pusat ini.”

Dia menunjukkan bahwa lebih dari 1.000 asosiasi yang berisiko ditutup juga merupakan ruang komunitas yang penting, serta pusat pendidikan untuk pengajaran bahasa Arab atau studi Alquran, kitab suci umat Islam.

Sami Salem, seorang imam atau dai, di Magliana, sebuah lingkungan di Roma, mengatakan komunitas Muslim siap bekerja sama dengan otoritas Italia untuk menemukan solusi yang berkelanjutan.

“Kami membuat banyak pengorbanan untuk menciptakan pusat-pusat ini. Kami siap bekerja sama dengan pihak berwenang,” katanya.

Lafram dari UCOII mengatakan organisasinya telah menghubungi politisi Italia tentang rancangan undang-undang tersebut.

Baginya, sisi terang dari potensi krisis bisa menjadi diskusi serius dengan pemerintah tentang Islam dan status umat Islam di Italia.

“Kami akan menjadi orang pertama yang mengatakan kami tidak ingin salat di gudang atau tempat lain karena masalah martabat,” katanya kepada Anadolu.

“Tapi pihak lain perlu memberikan solusi.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamItaliamasjidMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demonstrasi Anti LGBT Protes Sekolah Ajarkan LGBT, Ratusan Siswa Muslim Bolos Massal
Tulisan selanjutnya Jadi Imam Sholat Jamaah, Pria Muslim India Ditangkap Polisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

21 Juli 2026 18:02
Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

21 Juli 2026 10:00
senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

21 Juli 2026 06:30
Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

20 Juli 2026 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?