Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hanya 3 Tahun Imigran Bisa Jadi WN Jerman Jika Fasih Bahasanya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2023 20:00 8:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Agustus 2023 20:00
Bagikan
Pelajar Muslim di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com– Kabinet Jerman hari Rabu (23/8/2023) menyetujui rencana untuk mempersingkat proses kewarganegaraan bagi imigran dan memperbolehkan lebih banyak orang untuk memiliki kewarganegaraan ganda, yang akan memberikan banyak kemudahan terutama bagi mereka yang fasih berbahasa Jerman.

Berdasarkan usulan peraturan baru tersebut, yang masih harus disetujui oleh parlemen, naturalisasi di Jerman akan dimungkinkan setelah lima tahun, bukan delapan tahun seperti peraturan yang  berlaku sekarang.

Mereka yang sangat terintegrasi (berbaur dengan pola kehidupan Jerman) dan memiliki kemampuan bahasa Jerman yang sangat baik akan dapat memperoleh kewarganegaraan hanya dalam waktu tiga tahun, menurut RUU tersebut seperti dilansir AFP.

Calon warga negara baru harus menunjukkan bahwa mereka tidak bergantung pada tunjangan hidup dari pemerintah, meskipun nantinya akan ada pengecualian terkait hal itu.

RUU tersebut juga membuka pintu bagi lebih banyak orang untuk memiliki kewarganegaraan ganda, termasuk mereka yang berasal dari Turki, komunitas ekspatriat dan imigran asing terbesar di Jerman.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Proses kewarganegaraan selama ini sulit bagi imigran asal Turki dan sejumlah negara lain yang datang ke Jerman sebagai apa yang disebut “pekerja tamu” di paruh kedua abad ke-20.

Hak memiliki kewarganegaraan ganda saat ini  terbatas bagi orang berasal dari negara anggota Uni Eropa dan Swiss, meskipun dalam praktiknya ada beberapa pengecualian.

Perombakan aturan kewarganegaraan merupakan janji kampanye pemerintahan koalisi kiri-tengah yang dipimpin Kanselir Olaf Scholz.

Jerman, negara dengan perekonomian terkuat di Eropa, juga sedang berusaha menarik para pekerja asing berkeahlian guna mengatasi kekurangan akut tenaga kerja.

RUU itu mencerminkan “keberagaman masyarakat” Jerman, kata Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser dalam konferensi pers.

Jerman berada dalam “kompetisi global untuk mendapatkan orang-orang pintar terbaik” dan akan meningkatkan daya tariknya kepada calon pekerja dengan menawarkan jalur yang jelas untuk memperoleh status kewarganegaraan, kata Faeser.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JermanKewarganegaraan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masa Tahanan Panji Gumilang Diperpanjang Sampai Akhir September
Tulisan selanjutnya Mualaf Laticia Laila Kisah Mualaf: “Surat Maryam Buat Saya Yakin Islam Agama yang Benar”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?