Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kudeta Gabon: Negara yang Pernah Dipimpin Mualaf

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 1 September 2023 09:03 9:03 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 1 September 2023 09:02
Bagikan
Omar Bongo Gabon Mualaf
Bagikan

Hidayatullah.com – Pada hari Rabu, pasukan militer Gabon menggulingkan dan menangkap pemimpin Muslim negara itu, Ali Bongo, membatalkan hasil pemilihan umum yang memberinya masa jabatan ketiga.

Keluarga Bongo telah memerintah Gabon yang kaya akan minyak selama lebih dari 56 tahun. Ali Bongo menjadi presiden pada tahun 2009 ketika ayahnya, Omar, wafat. Keluarga ini telah lama menikmati dukungan dari Prancis, yang mengutuk kudeta.

Keluarga Bongo yang sebelumnya berkuasa adalah Muslim di negara yang hanya sebagian kecil penduduknya beragama Islam.

Jumlah umat Islam diyakini tidak lebih dari 10 persen dari populasi, tetapi negara ini adalah anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Idul Adha dan Idul Fitri dirayakan sebagai hari libur nasional.

Umat Muslim juga menyiarkan khotbah Jumat setiap minggu di televisi nasional dan Gabon berpihak pada Palestina dalam konflik mereka dengan Israel.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Omar Bongo, yang terlahir dengan nama Albert-Bernard Bongo, pergi ke Libya pada tahun 1973, enam tahun setelah menjadi presiden.

Dia masuk Islam atas dorongan mantan penguasa Libya saat itu, Muammar Gaddafi, dan mengatakan bahwa dia dikenal sebagai Al-Hadj Omar Bongo sejak saat itu.

Setelah mualafnya Bongo, yang dilaporkan didorong oleh keinginan untuk bergabung dengan OPEC dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan negara-negara penghasil minyak Muslim, jumlah Muslim di Gabon meningkat, meskipun negara ini hanya memiliki sedikit tradisi Islam.

Meskipun Gabon berpenduduk jarang dan kaya akan minyak, di bawah pemerintahan keluarga Bongo, hal ini tidak membawa kemakmuran bagi seluruh warganya dan sekitar 40 persen penduduknya hidup dalam kemiskinan.

The Guardian sebelumnya menggambarkan korupsi Omar Bongo sebagai “legendaris” dan hal ini terlihat pada istana kepresidenan besar yang ia bangun untuk dirinya sendiri pada tahun 1970-an dan pembekuan sembilan rekening banknya di Prancis pada tahun 1980-an.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali BongoGabonkudetamiliterOmar Bongo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Afghanistan Mineral Afghanistan yang Kaya Mineral Tanda Tangani Kontrak Pertambangan Senilai Rp 99 Triliun
Tulisan selanjutnya Sufi Islam Nusantara Ulama Sufi dan Islam Nusantara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?