Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Anwar Ibrahim: Warga Malaysia Setuju Menolak LGBT, Melecehkan Dilarang  

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 September 2023 16:42 4:42 pm
Ahmad
Dipublikasikan 29 September 2023 17:15
Bagikan
PM Malaysia, Dr Anwar Ibrahim
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan ketentuan hukum dan masyarakat di negaranya dengan apapun agamanya mencapai kesepakatan untuk tidak menerima kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).

Anwar, dalam sebuah wawancara dengan Christiane Amanpour dari CNN di New York pada Sabtu (23 September) mengatakan Malaysia tidak akan pernah mengakui hak-hak LGBT dan dirinya menghormati hukum dan konsensus masyarakat.

Meski demikian dirinya melarang masyarakat melecehkan komunitas kelainan seksual tersebut.

“Muslim dan non-Muslim sama-sama memiliki konsensus – mereka tidak menerima hal ini, memperlihatkan hal ini secara terbuka di depan umum (LGBT) tetapi apakah kita kemudian melecehkan mereka? Itu adalah topik yang berbeda. Saya tidak menyetujui segala upaya pelecehan,” kata Anwar.

Malaysia’s PM @anwaribrahim says Malaysia will never recognize LGBTQ rights. Recently prison sentences were threatened for selling rainbow watches. “I wouldn’t defend that,” Ibrahim tells me. He says he’d like to see things change, but must respect the consensus of the people. pic.twitter.com/lCUo9Oh0rW

— Christiane Amanpour (@amanpour) September 22, 2023

Dalam wawancara tersebut, Anwar ditanya tentang penyitaan koleksi jam tangan pelangi Swatch’s Pride oleh Kementerian Dalam Negeri untuk merayakan komunitas LGBT. Bulan Mei lali, Malaysia menyita ratusan jam tangan asal Swiss, Swatch, berwarna pelangi karena dianggap mendukung kelompok lesbian, gay, bisexual, transgender, dan queer (LGBTQ).

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Satu-satunya hal yang saya tahu terkait penyitaan itu adalah karena jam tangan tersebut memiliki simbol LGBT, bukan karena warnanya,” tegas Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

“Saya tidak akan membela tindakan itu, itu berlebihan. Namun secara hukum, masyarakat di negara ini beragama Islam dan non-Muslim, Kristen, Hindu dan Budha; mereka menyatakan konsensusnya, di negara ini mereka tidak menerima pertunjukan publik terbuka.”

Anwar mengatakan, persoalan pelecehan terhadap kelompok LGBT pasca aksi tersebut merupakan persoalan berbeda dan menyatakan tidak membiarkan adanya upaya pelecehan terhadap kelompok yang terlibat.

Ketika ditanya apakah ia harus peka terhadap masalah ini karena ia telah menghadapi tuduhan sodomi, Anwar mengatakan ia telah dengan jelas menyatakan bahwa ada kebutuhan untuk meninjau dan meninjau undang-undang tersebut dan tidak boleh disalahgunakan.

Anwar dan istrinya, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail dan delegasi Malaysia berada di New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anwar IbrahimbiseksualgayHeadlinelesbianlgbtMalaysiatransgender
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ma’ruf Amin: Pesantren adalah Benteng Peradaban Islam
Tulisan selanjutnya Peneliti dari 8 Negara OKI Pelajari Vaksin Halal di Unpad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?