Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Geert Wilders Sangat Anti-Islam, Tapi Jika Soal Perut Ada Muslim Belanda Mendukungnya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 November 2023 12:07 12:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 November 2023 10:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Tidak ada masjid, kerudung atau Qur’an, begitu manifesto partai pimpinan Geert Wilders PVV yang terang-terangan anti-Islam. Namun, fakta di lapangan menunjukkan ada warga Muslim Belanda yang mendukungnya sehingga PVV dan Wilders menang telak dalam pemilu baru-baru ini.

“Kami ingin lebih sedikit Islam di Belanda,” kata PVV di situs webnya.

Wilders  tanpa tedeng aling-aling menyebut orang-orang Maroko  “sampah”, menyamakan al-Qur’an dengan buku “Mein Kampf” tulisan Adolf Hitler.

Muhsin Koktas dari asosiasi muslim CMO berkata, “Saya tidak tahu apakah umat Islam masih aman di Belanda. Saya khawatir dengan negara ini.”

Habib el Kaddouri dari asosiasi Belanda-Maroko SMN mengatakan kepada AFP bahwa “sebagian orang merasa takut, sebagian lainnya tidak yakin akan masa depan mereka, mengenai apa arti hasil [pemilu] tersebut bagi kewarganegaraan atau tempat mereka di dalam masyarakat Belanda.”

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Meskipun demikian, kata el Kaddouri, dia melihat ada kalangan Muslim yang tidak gentar dengan Wilders dan PVV yang akan menguasai pemerintahan Belanda.

Sejumlah Muslim di kota Amsterdam dan Venlo yang diwawancarai AFP menilai teriakan anti-Islam yang disuarakan Wilders hanya sekedar retorika politik dan lebih baik orang melihat pemikiran ekonominya, isu yang lebih penting.

“Saya keturunan Turki dan seorang Muslim. Namun, saya memilih Geert Wilders,” kata seorang pria kelahiran Venlo yang tidak mau disebutkan namanya, seperti dikutip AFP Kamis (23/11/2023).

“Kenapa? Karena kami semua miskin dan kami pikir dia bisa membuat perubahan. Semua pembicaraan tentang penutupan masjid hanyalah politik,” kata pria pengangguran berusia 41 tahun itu sambil mengunyah sandwich keju panggang.

Di sebuah kafe di Amsterdam, Burak Cen, seorang sopir taksi berusia 40-an tahun, mengaku tidak memberikan suara dalam pemilu baru-baru ini. Namun, jika dia ikut memilih dia akan memberikan suaranya untuk Wilders.

“Menurut saya dia pantas mendapat kesempatan,” katanya kepada AFP.

“Sejujurnya menurut saya dia hanya berusaha menggalang suara dengan propagandanya tentang masjid dan umat Islam. Tapi sebaliknya, apa yang dia katakan tentang Belanda dan kemiskinan adalah benar,” imbuh Burak Cen, yang dilihat dari namanya berasal dari Turki.

“Para pengungsi saat ini diberi prioritas untuk mendapatkan perumahan sementara kami harus menunggu 20 tahun untuk mendapatkan rumah,” katanya, menyuarakan topik kampanye utama seputar kekurangan suplai perumahan yang terjangkau yang diangkat Wilders.

Banyak orang yang ditemui reporter AFP enggan berkomentar di depan kamera.

Wilders ingin menjadi perdana menteri

Berusaha meredakan ketakutan kelompok minoritas setelah pemungutan suara, Wilders menekankan bahwa dia ingin menjadi “perdana menteri bagi seluruh warga Belanda tanpa memandang agama, seksualitas, warna kulit, jenis kelamin, atau apa pun.”

“Ketika Anda menjadi perdana menteri, Anda memiliki peran yang berbeda dibandingkan ketika Anda menjadi pemimpin oposisi,” kata Wilders.

Hasan Bensaid, seorang pekerja konstruksi berusia 49 tahun penduduk Amsterdam, mengatakan menurutnya gertakan Wilders tentang komunitas Muslim yang berjumlah hampir satu juta orang di negara itu hanyalah untuk pertunjukan politik semata.

“Dia sudah berteriak-teriak selama 20 tahun di parlemen, saya tidak terkesan dengan hal itu. ‘Kami adalah ekstremis, kami adalah pencuri, kami adalah macam-macam ini dan itu’.”

Bensaid lebih mengeluhkan kondisi perekonomian Belanda saat ini. “Semuanya mahal, dan menurut saya para menteri telah membuat kekacauan.”

“Saya akan memberikan dia (Wilders) kesempatan. Dia bisa menjadi perdana menteri,” kata Bensaid, seraya merujuk isu-isu ekonomi yang dikampanyekan Wilders.

Mustafa Ayranci dari asosiasi pekerja asal Turki HTIB mengatakan komunitasnya harus menghormati hasil pemilu meskipun sangat mengecewakan.

Dia ingin Wilders menepati janjinya, yaitu menjadi perdana menteri bagi seluruh rakyat di Belanda tanpa pandang bulu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Geert WildersMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Citra KPK Semakin Terpuruk akibat Kasus Firli Bahuri
Tulisan selanjutnya Abu Ubaidah: Pejuang Palestina Sudah Hancurkan 335 Kendaraan Militer ‘Israel’ di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?